PRESSURENEWS.COM, GORONTALO – Persatuan Pelajar Mahasiswa Popayato Barat Gorontalo (PPMPB-G) kembali memperingati hari jadi yang sarat makna. Perayaan tahun ini diwarnai dengan gelombang semangat baru dari para kader muda yang ingin membawa perubahan positif bagi daerah asal mereka.
Sebagai rangkaian awal perayaan, pengurus paguyuban menggelar serangkaian pertandingan persahabatan. Ajang olahraga yang dipertandingkan meliputi futsal, sepak takraw, dan bulu tangkis yang melibatkan berbagai elemen pemuda.
Kegiatan sportivitas ini tidak hanya diikuti oleh internal paguyuban, tetapi juga menggandeng organisasi eksternal lainnya. Salah satu peserta undangan yang turut berpartisipasi meramaikan kompetisi adalah Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia Parigi Moutong (KPMIPM).
Pertandingan persahabatan tersebut dirancang untuk mengisi waktu luang menjelang puncak acara. Peringatan hari lahir paguyuban ini sendiri bertepatan dengan tanggal 28 Oktober yang sarat akan nilai perjuangan pemuda.
Melalui kegiatan ini, kami harap pemerintah daerah mampu memperhatikan kami pemuda asal Popayato serumpun yang sedang menempuh pendidikan di tanah rantau. Perhatian dan uluran tangan dari pemerintah sangat dibutuhkan untuk menunjang eksistensi serta aktivitas positif para mahasiswa.
Menjelang hari puncak, panitia pelaksana bekerja ekstra keras di bawah komando ketua panitia. Gusnar Rupu selaku ketua panitia menyampaikan bahwa seluruh persiapan teknis maupun non-teknis telah dimatangkan melalui koordinasi yang intensif antarpengurus.
“Kami telah mempersiapkan rangkaian milad ini dengan matang agar menjadi momentum kebersamaan bagi seluruh kader dan pemuda perantauan,” ujarnya. Ia juga menegaskan komitmen panitia untuk menyukseskan seluruh agenda yang telah dirancang.
Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, acara seremoni puncak peringatan milad akan digelar pada akhir bulan. Tepatnya pada Sabtu, 31 Oktober 2026, rangkaian acara utama siap diselenggarakan di Gorontalo.
Puncak acara tersebut akan dimeriahkan dengan agenda utama berupa dialog nasional yang mengangkat isu-isu strategis daerah. Diskusi terbuka ini dirancang untuk menghadirkan ruang dialektika yang konstruktif bagi kalangan intelektual muda.
Panitia telah mengagendakan kehadiran sejumlah narasumber kompeten dari berbagai latar belakang institusi, mulai dari unsur pemerintah, aparat kepolisian, akademisi, hingga aktivis, serta mengundang organi








