KONSOLNAS DEMA PTKIN SE-INDONESIA: PRESIDEN DEMA UIN SULTAN AMAI GORONTALO SUARAKAN KAJIAN PENDIDIKAN GRATIS, KRISIS BBM GORONTALO, DAN DESAK SATGAS PERLINDUNGAN PEREMPUAN

PressureNews.Com, Gorontalo — Presiden Mahasiswa Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sultan Amai Gorontalo secara resmi memaparkan rangkaian poin strategis dan kajian kritis dalam agenda Konsolidasi Nasional (Konsolnas) DEMA PTKIN se-Indonesia. Dalam forum tertinggi perwakilan mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri tersebut, DEMA UIN Sultan Amai Gorontalo membawa tiga isu krusial: gagasan pendidikan gratis yang ilmiah dan demokratis, krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mencekik masyarakat Gorontalo, serta desakan pembentukan Satgas Perlindungan Perempuan di seluruh lingkungan kampus PTKIN.

1. Pendidikan Gratis, Ilmiah, dan Demokratis
Dalam sesi pemaparan kajian nasional, Presiden DEMA UIN Sultan Amai Gorontalo menegaskan bahwa pendidikan tinggi adalah hak dasar rakyat yang tidak boleh dikomersialisasi. Kebijakan UKT/UAT yang memberatkan mahasiswa harus dievaluasi secara menyeluruh menuju skema pendidikan gratis yang berbasis pada kebebasan akademik, nilai-nilai ilmiah, serta tata kelola kampus yang demokratis dan partisipatif.

2. Respon Kritis Krisis BBM di Daerah Gorontalo
DEMA UIN Sultan Amai Gorontalo turut menyuarakan kondisi objektif daerah dengan menyoroti krisis BBM yang berkepanjangan di Gorontalo. Antrean panjang kendaraan di SPBU, kelangkaan stok, serta dugaan penyimpangan distribusi BBM bersubsidi telah merugikan sektor ekonomi rakyat kecil dan nelayan/petani lokal. DEMA UIN Sultan Amai Gorontalo mendesak pemerintah pusat, Pertamina, dan Pemerintah Daerah untuk segera membenahi tata kelola distribusi BBM di Gorontalo secara transparan dan berkeadilan.

3. Desakan Pembentukan & Penguatan Satgas Perlindungan Perempuan di PTKIN
Menanggapi maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan akademik, DEMA UIN Sultan Amai Gorontalo mengusulkan rekomendasi nasional berupa pembentukan serta penguatan Satgas PPKS (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual) dan Satgas Perlindungan Perempuan di seluruh PTKIN se-Indonesia. Langkah ini penting untuk menjamin ruang aman, perlindungan hukum, pendampingan psikologis, serta kepastian akademik bagi perempuan di dalam kampus.

PERNYATAAN PRESIDEN DEMA UIN SULTAN AMAI GORONTALO

“Konsolnas DEMA PTKIN bukan sekadar ruang silaturahmi, melainkan panggung perjuangan untuk membawa suara rakyat dan mahasiswa dari daerah ke tingkat nasional. Kami menegaskan bahwa pendidikan gratis yang ilmiah dan demokratis adalah harga mati. Kami juga tidak akan tinggal diam melihat masyarakat Gorontalo menderita akibat krisis BBM, serta menuntut seluruh PTKIN se-Indonesia untuk berkomitmen menghadirkan Satgas Perlindungan Perempuan demi menciptakan kampus yang aman dan berkeadilan.yang independen di bawah kementerian agama RI. Dan bisa di proses lebih cepat untuk pemecatan terhadap oknum dosen yang melakukan pelecahan dan pencabulan terhadap mahasiswa di kampus PTKIN

POIN-POIN DESAKAN DAN REKOMENDASI KONSOLNAS:

Kementerian Agama & Kemendikbudristek: Segera merumuskan regulasi konkret menuju keterjangkauan dan penggratisan biaya pendidikan tinggi serta menghapus praktik komersialisasi di PTKIN.

Pemerintah Pusat & Pertamina: Melakukan audit serta evaluasi total terhadap distribusi BBM bersubsidi di Wilayah Gorontalo untuk mengatasi kelangkaan dan antrean panjang.

Pimpinan PTKIN se-Indonesia: Membentuk, memfasilitasi, dan memperkuat fungsi Satgas Perlindungan Perempuan serta PPKS secara independen di setiap kampus tanpa intervensi birokrasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *