Usai Tuntut Keadilan Sosial di Perlimaan Telaga, Aliansi BAGAS Konsisten Kawal Isu Kerakyatan

PressureNews.Com, GORONTALO – Aksi unjuk rasa berskala besar yang digerakkan oleh aliansi Barisan Gorontalo Sadar (BAGAS) berakhir dengan aman dan tertib di Simpang Lima Telaga pada Kamis sore. Gabungan tujuh lembaga kemahasiswaan dan kedaerahan ini berhasil menyuarakan sekumpulan tuntutan mendasar terkait kondisi sosial, ekonomi, dan pendidikan yang membelenggu masyarakat. Sebagai penutup aksi, seluruh elemen yang tergabung menyempatkan diri berfoto bersama sembari membentangkan spanduk bertuliskan “GORONTALO SADAR” di bawah monumen ikonik kawasan tersebut.

Sinergi pergerakan yang melibatkan GMNI Cabang Boalemo, PC PMII Kota Gorontalo, Dema UIN Sultan Amai Gorontalo, LMID Cabang Gorontalo, Paguyuban PPMPB-G, KMI Parimo, dan KPMIPB ini berjalan terstruktur. Pengawalan alur demonstrasi yang dipimpin oleh Rizki Abas bersama Sahril Tialo, Alam Rauf, dan Yayan Mokoagow berhasil memfasilitasi penyampaian gagasan secara tajam dan terarah. Pengibaran bendera-bendera organisasi di sekitar lokasi aksi turut menambah semarak gelombang perlawanan mahasiswa.

Dalam pernyataan penutupnya, aliansi mengulang kembali desakan kepada Presiden Republik Indonesia untuk segera mencopot Kepala Badan Pusat Statistik. Kegagalan BPS dalam menyajikan data sosial ekonomi yang akurat dinilai berdampak langsung pada ketimpangan penyaluran bantuan sosial. Aliansi menuntut pendataan ulang berbasis kondisi ekonomi riil masyarakat agar klasifikasi desil tepat sasaran.

Sorotan tajam turut diarahkan pada masalah perusakan lingkungan dan ketimpangan agraria yang berdampak luas pada ruang hidup warga. PMII Kota Gorontalo bersama LMID mendesak tindakan hukum tegas berupa adili korporasi penyebab kebakaran hutan dan lahan serta penghentian izin perusahaan ekstraktif baru. Evaluasi menyeluruh terhadap izin korporasi yang mendapat penolakan dari masyarakat adat menjadi syarat mutlak yang tidak dapat ditawar.

Massa aksi juga menyoroti krisis distribusi bahan bakar minyak yang memicu antrean panjang dan mengganggu aktivitas ekonomi warga Gorontalo. Pemerintah Provinsi Gorontalo dituntut untuk tidak bersikap pasif dan segera membuka transparansi pengelolaan BBM. Selain itu, pemerintah pusat ditagih janji terkait pemenuhan jaminan kesejahteraan yang layak bagi seluruh tenaga pendidik di daerah.

Di bidang pendidikan, Dema UIN Sultan Amai Gorontalo bersama elemen lainnya menekankan pentingnya revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional secara komprehensif. Kebijakan alokasi anggaran 20 persen harus direalisasikan secara optimal untuk menunjang pemerataan fasilitas serta perwujudan pendidikan yang gratis, ilmiah, dan demokratis. Pendidikan tidak boleh lagi dikomersialisasi hingga membatasi akses warga miskin untuk mengenyam sekolah.

Aksi yang bermula dari titik kumpul Kampus 3 Universitas Negeri Gorontalo ini membuktikan kapasitas aliansi dalam mengonsolidasikan isu-isu lintas daerah secara solid. Sikap disiplin yang ditunjukkan oleh ratusan peserta aksi membuat penyampaian pendapat di muka umum berjalan kondusif tanpa mengganggu ketertiban umum. Dukungan dari masyarakat sekitar juga terlihat dari respons positif warga yang menyaksikan jalannya orasi.

Sahril Tialo selaku Wakil Penanggung Jawab Lapangan menegaskan bahwa selesainya pemogokan jalan hari ini bukanlah akhir dari gerakan. Dokumentasi bersama di akhir acara merupakan bentuk simbolis bahwa ikatan solidaritas antarlembaga di Gorontalo kian erat untuk menghadapi tantangan ke depan. Seluruh berkas tuntutan dipastikan akan terus dikawal hingga ada tindakan nyata dari pejabat berwenang.

Sebelum meninggalkan lokasi Perlimaan Telaga, para koordinator secara bersama-sama mengarahkan massa untuk menjaga kebersihan area bekas aksi. Sampah-sampah sisa kegiatan dikumpulkan dengan rapi sebagai wujud kepedulian aktivis terhadap kelestarian lingkungan kota. Setelah area dipastikan bersih, massa membubarkan diri secara teratur menuju markas organisasi masing-masing.

Aksi “Sadar di Palak, Sadar di Bakar, Sadar di Miskinkan” yang digelar oleh Barisan Gorontalo Sadar menjadi catatan penting pergerakan pemuda Gorontalo. Keberhasilan menyatukan tujuh lembaga besar dalam satu panggung perjuangan membuktikan tingginya kepedulian mahasiswa terhadap nasib daerah. Aliansi BAGAS menegaskan akan tetap berdiri di garis depan untuk membela hak-hak rakyat yang terabaikan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *