
Pressurenews, POPAYATO BARAT – Dengan mengusung tema “BANBER – Bantara Aktif dan Berkarakter”, Ambalan Rasidi Darman – Sarifa Bumulo Gugus Depan SMA Negeri 1 Popayato Barat resmi menuntaskan rangkaian kegiatan Pengkaderan Calon Penegak Bantara yang berlangsung sejak hari Senin dan ditutup secara resmi pada hari Jum’at tanggal 18 September.
Kegiatan kaderisasi yang dipusatkan di Pangkalan SMAN 1 Popayato Barat ini menjadi momentum penting dalam regenerasi kepemimpinan di tubuh Ambalan. Pengkaderan Bantara dipandang bukan sekadar agenda rutin pemenuhan Syarat Kecakapan Umum, melainkan fondasi utama dalam membentuk watak dan jati diri Pramuka Penegak di era modern yang aktif dan berkarakter sesuai dengan tema BANBER yang diusung.
Selama masa pengkaderan, para calon Bantara digembleng secara fisik, mental, dan intelektual. Mereka dibekali berbagai materi kepramukaan, mulai dari sejarah kepramukaan sampai materi kompas, yang dirancang untuk melatih kedisiplinan, kekompakan, ketahanan, dan kemampuan memimpin dalam kondisi apapun.
Pembina Pramuka SMAN 1 Popayato Barat, Fadliyanto F Sula, S.Pd atau akrab disapa Ka Fadly, menyampaikan tujuan dari pengkaderan ini:
- Menyiapkan Kader Pemimpin masa depan yang bertanggung jawab
- Mengasah Keterampilan Kepramukaan (Scouting Skill)
- Membentuk Karakter sesuai Satya & Darma Pramuka untuk Mempersiapkan Pengabdian ke Masyarakat
Ketiga tujuan tersebut menjadi penguat bahwa Pengkaderan Bantara bukan hanya tentang penguasaan materi kepramukaan, tetapi juga tentang pembentukan mentalitas pemimpin. Peserta didik ditempa untuk tidak hanya aktif dalam kegiatan, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, peduli, dan siap mengamalkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Intinya, Pengkaderan Bantara itu bukan buat gagah-gagahan pakai tanda di bahu, tapi proses untuk mengubah remaja SMAN 1 Popayato Barat dari peserta didik menjadi pemimpin yang siap mengabdi.” Tegas Ka Fadly
Dengan tuntasnya pengkaderan ini, diharapkan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka tidak hanya berhenti sebagai hafalan, tetapi benar-benar terinternalisasi dalam diri setiap kader. Para calon Bantara yang telah ditempa diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah, penggerak kegiatan positif, dan menjadi Bantuan Tenaga Rakyat yang siap mengabdi kepada masyarakat Popayato Barat.
Penulis: Mustakim Lalesa





