Kritik Kader HMI Limboto: Tindakan Represif Aparat saat Kunjungan Presiden Ulangi Pola Lama

GORONTALO, JUNI 2026 – Tindakan represif aparat kepolisian yang berujung pada penghadangan dan dorongan fisik terhadap Ketua Umum HMI Cabang Limboto memicu kritik pedas dari internal kader Hijau Hitam di Gorontalo. Insiden ini terjadi di tengah momentum kedatangan Presiden Prabowo Subianto beserta Kapolri untuk menghadiri penutupan Pekan Nasional Petani dan Nelayan di Gorontalo.

Dion Abbas, kader HMI Komisariat (P) Maisaroh Hilal, mengecam keras pola pengamanan yang dilakukan aparat di lapangan. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pembungkaman terhadap hak konstitusional mahasiswa menyampaikan aspirasi.

“Sangat ironis, agenda nasional sekelas PENAS yang membahas nasib petani dan nelayan justru dikawal dengan cara-cara yang represif terhadap mahasiswa. Walaupun bentuknya berupa penghadangan dan dorongan fisik, hal tersebut tetap merupakan pembungkaman terhadap hak kami untuk menyampaikan aspirasi,” ujar Dion Abbas dalam keterangan tertulisnya.

Dion menegaskan, tindakan represif aparat kepolisian di Gorontalo bukan kejadian pertama. Menurutnya, pola serupa sudah terjadi sebanyak dua kali.

“Kejadian ini sudah dua kali terjadi di Gorontalo. Pada kunjungan perdana Presiden sebelumnya, kader HMI juga mengalami tindakan represif aparat kepolisian. Berulangnya insiden penghadangan dan dorongan fisik ini membuktikan bahwa institusi kepolisian setempat tidak melakukan evaluasi dan terkesan membiarkan kultur represif ini terus terjadi dalam menghadapi aksi mahasiswa,” tegasnya.

Ia menilai, kehadiran Kepala Negara dan Kapolri seharusnya dikawal dengan pendekatan yang lebih humanis dan dialogis, bukan dengan tindakan fisik yang menutup ruang komunikasi bagi masyarakat sipil.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *