Diserang di Media Sosial dan Jurusan Dibawa-bawa, Sarip Husa: Kritik Boleh, Jangan Serang Pribadi!

Pressurenews, POHUWATO – Persoalan kendaraan bermuatan kayu yang melintasi jalan rusak kini berbuntut panjang. Sarip Husa menyatakan keberatan atas sejumlah komentar di media sosial yang dinilainya telah bergeser dari kritik terhadap persoalan jalan menjadi serangan terhadap dirinya secara pribadi.

Sorotan Sarip terutama tertuju pada komentar dari akun Facebook Ipay yang diduga menuliskan kalimat, “jangan-jangan cuma jadi mahasiswa kumpul kepala.” Pernyataan tersebut dinilai Sarip tidak lagi berada pada substansi persoalan, melainkan sudah mengarah pada komentar yang merendahkan kapasitas pribadi.

Tak hanya itu, Sarip juga mempersoalkan komentar dari akun TikTok @rifaibudiman yang menurutnya membawa-bawa nama jurusan pendidikan yang ditempuhnya.

Bagi Sarip, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Namun, menurutnya, perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menyerang latar belakang pendidikan maupun pribadi seseorang.

“Kalau tidak setuju dengan apa yang saya sampaikan, bantah dengan data. Jangan menyerang pribadi, apalagi membawa-bawa jurusan. Kita sedang bicara soal persoalan jalan dan kepentingan masyarakat, bukan sedang mengadili latar belakang pendidikan seseorang,” tegas Sarip.

Persoalan Jalan atau Justru Menyerang Pribadi?

Sarip juga menyoroti komentar yang diduga berasal dari salah satu oknum pengemudi kendaraan bermuatan kayu yang kerap melintasi jalan tersebut.

Dalam komentar yang beredar, terdapat kalimat bernada menyindir terkait latar belakang pendidikan Sarip, di antaranya, “so itu kwa kalau cuma jurusan pertanian jangan asal ba angka cerita, dari yang ngana tahu itu cuma pengolahan hasil panen.”

Komentar tersebut membuat Sarip mempertanyakan arah perdebatan yang berkembang.

Menurutnya, jika memang ada pihak yang merasa keberatan terhadap kritik yang disampaikannya, seharusnya persoalan dijawab dengan data, fakta dan penjelasan, bukan dengan kalimat yang dinilainya menyerang secara personal.

Sarip juga mengaku kecewa karena persoalan yang awalnya berkaitan dengan aktivitas kendaraan bermuatan kayu dan kondisi jalan justru berkembang menjadi saling sindir di media sosial.

“Yang saya persoalkan adalah kondisi jalan. Kalau ada yang merasa tidak benar dengan apa yang saya sampaikan, silakan datang dan jelaskan. Jangan justru muncul komentar yang menyerang pribadi dan membawa nama jurusan. Itu sudah keluar dari substansi persoalan,” ujarnya.

Tak Ingin Diam, Sarip Pertimbangkan Langkah Hukum

Atas komentar-komentar tersebut, Sarip menyatakan tidak ingin persoalan itu dibiarkan begitu saja.

Ia menyebut akan mengumpulkan dan menyimpan berbagai komentar maupun unggahan yang dianggap merugikan dirinya untuk selanjutnya dikaji melalui jalur hukum.

“Saya akan mempertimbangkan proses hukum. Semua komentar dan unggahan yang saya nilai menyerang pribadi saya akan saya dokumentasikan. Kalau memang sudah masuk ranah yang merugikan nama baik saya, tentu saya punya hak untuk mengambil langkah sesuai hukum yang berlaku,” kata Sarip.

Sarip menegaskan bahwa dirinya tidak alergi terhadap kritik.

Menurutnya, kritik justru diperlukan selama disampaikan secara proporsional dan berdasarkan fakta. Namun, ia meminta agar kritik tidak berubah menjadi penghinaan, serangan pribadi, atau membawa-bawa latar belakang pendidikan seseorang.

“Saya siap dikritik. Tetapi kritiklah substansinya, bukan orangnya. Kalau saya salah, tunjukkan di mana salahnya dan buktikan dengan data. Jangan karena berbeda pendapat kemudian pendidikan dan pribadi saya yang diserang,” tegasnya.

Sarip berharap persoalan tersebut dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Sebab, setiap komentar yang ditulis di ruang publik memiliki konsekuensi dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kritik boleh tajam, perbedaan pendapat adalah hal biasa. Tetapi ketika persoalan bergeser menjadi serangan personal, Sarip menegaskan dirinya memilih tidak tinggal diam.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *