Manfaatkan Momentum PBAK, Mahasiswa UIN Gorontalo Suarakan Desakan Pengesahan RUU Perampasan Aset

PRESSURENEWS.COM, GORONTALO — Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo memanfaatkan momentum Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) hari kedua untuk menyuarakan isu nasional. Ribuan mahasiswa baru bersama civitas akademika menggelar deklarasi mendorong percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, Selasa (28/8).

Aksi moral yang berlangsung di Auditorium Kampus 1 UIN Sultan Amai Gorontalo ini dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut (DEMA-I), Rizky Abbas, bersama jajaran pengurus DEMA-I di hadapan mahasiswa baru. Dengan mengenakan seragam putih-hitam, para peserta secara serentak membacakan poin-poin tuntutan yang mendesak Pemerintah dan DPR RI untuk segera mengesahkan regulasi penindakan tindak pidana korupsi tersebut.

Dalam orasinya di atas panggung deklarasi, Ketua DEMA-I Rizky Abbas menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral mahasiswa Islam terhadap kondisi kebangsaan. Ia menyebut bahwa integritas dan nilai-nilai Maqasid Syariah harus menjadi landasan utama dalam menjaga harta publik (Hifdz al-Mal).

“Pengesahan RUU Perampasan Aset merupakan langkah krusial untuk memiskinkan para koruptor dan mengembalikan kerugian negara. Perguruan tinggi Islam harus mengambil peran aktif sebagai benteng moral dan pengawal kebijakan publik,” tegas Rizky Abbas yang disambut gemuruh tepuk tangan dan dukungan peserta.

Sementara itu, Ketua Panitia PBAK UIN Sultan Amai Gorontalo, Arfan Nusi, menyampaikan bahwa dinamika dan antusiasme peserta pada hari kedua ini menunjukkan kematangan serta kesiapan mahasiswa baru dalam memasuki dunia perguruan tinggi. Menurutnya, momentum hari kedua ini sengaja dirancang tidak hanya untuk pengenalan struktur kampus, tetapi juga penanaman nilai kepedulian sosial.

“Hari kedua ini berjalan sangat dinamis dan kondusif. Kami melihat antusiasme mahasiswa baru luar biasa, terutama ketika diajak bersuara dalam isu-isu kebangsaan. Ini membuktikan bahwa sejak awal mereka sudah siap menjadi mahasiswa yang kritis, solutif, dan berintegritas,” ujar Arfan Nusi saat memberikan keterangan di lokasi kegiatan.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sultan Amai Gorontalo mengapresiasi inisiatif deklarasi ini. Pihak rektorat menilai bahwa pembentukan nalar kritis dan kepedulian terhadap isu kebangsaan merupakan bagian integral dari budaya akademik yang ingin ditanamkan sejak hari pertama mahasiswa menginjakkan kaki di kampus.

Melalui deklarasi ini, UIN Sultan Amai Gorontalo resmi melayangkan sikap mendukung penuh penguatan regulasi anti-korupsi di Indonesia. Pihak kampus berharap pesan moral dari Indonesia timur ini dapat memberikan tekanan positif bagi pembuat kebijakan di tingkat pusat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *