PressureNews.Com, Gorontalo – Aula Lantai 4 Rektorat Kampus 1 UIN Sultan Amai Gorontalo menjadi pusat diskusi strategis kepemudaan pada Senin, 19 Oktober 2026. Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Sultan Amai Gorontalo sukses menggelar Simposium Kepemudaan yang menghadirkan pemikir dan pemangku kebijakan daerah.
Mengusung tema “Dari Gagasan Menjadi Gerakan: Peran Pemuda dalam Mewujudkan Perubahan”, kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas pemuda dalam merespons tantangan pembangunan daerah. Diskusi ini membuka ruang dialog terbuka antara pemuda dan para pemangku kebijakan.
Rektor UIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag., mengapresiasi kerja keras panitia penyelenggara. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan mentransformasikannya menjadi karya nyata.
Perwakilan Pemerintah Provinsi Gorontalo menegaskan bahwa pemuda memegang peranan krusial sebagai pilar pembangunan daerah. Pemerintah mengundang keterlibatan aktif pemuda dalam berbagai program prioritas daerah.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Ghalib Lahidjun, S.E., M.M., memaparkan pentingnya pemuda memahami fungsi pengawasan anggaran dan pembuatan kebijakan. Ia menilai mahasiswa harus menjadi mitra kritis pemerintah daerah.
Sementara itu, Ketua Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Dr. Dikson Yasin, M.H., memaparkan tantangan ekonomi global yang menuntut pemuda untuk lebih inovatif. Ia mendorong mahasiswa memanfaatkan keahlian akademis untuk membuka lapangan kerja baru.
Ketua KNPI Provinsi Gorontalo, Riyanto Ismail, mengajak seluruh elemen kepemudaan untuk memperkuat jejaring kerja sama. Ia menilai solidaritas pemuda Gorontalo sangat penting untuk menyelesaikan berbagai permasalahan sosial lokal.
Presiden Mahasiswa UIN Sultan Amai Gorontalo, Rizki Abas, menegaskan komitmen DEMA UIN dalam mengawal isu-isu strategis kepemudaan. Ia berharap simposium ini melahirkan gagasan segar yang aplikatif bagi masyarakat.
Sesi diskusi interaktif berlangsung hangat dengan munculnya saran dan gagasan kritis dari para peserta mahasiswa. Gagasan yang terhimpun mencakup isu pendidikan, lapangan pekerjaan, serta pengembangan potensi daerah.
Rangkaian acara diakhiri dengan penyerahan cendera mata dan foto bersama seluruh elemen pimpinan kampus, narasumber, serta peserta. DEMA UIN Sultan Amai Gorontalo berkomitmen mengawal rumusan hasil simposium ini hingga tahap implementasi.








