Kades Padengo Benarkan Umar Ureb Meninggal di Tambang Sejoli, Diduga Tertimpa Longsor Dekat Lubang Ambulans

ILUSTRASI — Aktivitas pertambangan emas di aliran sungai. Gambar dibuat menggunakan AI, bukan dokumentasi asli kejadian di Tambang Sejoli

Pressure News.Com Parigi Moutong (Sulteng) — Peristiwa nahas dikabarkan terjadi di kawasan pertambangan emas Sejoli, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (19/10/2026).

Seorang penambang asal Desa Padengo, Kecamatan Popayato Barat, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, bernama Umar Ureb, yang akrab disapa Kakuma, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tertimpa material longsor saat melakukan aktivitas pencarian emas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media Pressure News.com,peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 13.00 hingga 14.00 WITA.

Informasi awal diperoleh dari seorang narasumber yang mengaku menyaksikan langsung kejadian tersebut. Narasumber meminta identitasnya dirahasiakan karena alasan keamanan.

Menurut keterangan sumber, korban diduga tertimpa material longsor di kawasan pertambangan yang berada tidak jauh dari lokasi yang dikenal masyarakat sebagai Lubang Ambulans.

Kabar meninggalnya Umar Ureb alias Kakuma turut dibenarkan oleh Ridwan H.Naki Kepala Desa Padengo,  Kecamatan Popayato Barat, saat dikonfirmasi awak media Pressure News.com pada Senin (19/10/2026).

Kepala desa menyampaikan bahwa informasi mengenai peristiwa tersebut diperolehnya dari teman korban yang juga merupakan penambang.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, korban diduga tertimpa material longsor dari bagian yang dikenal dengan istilah kantongan, yang berada di dekat talang pengolahan emas.

Lokasi tersebut disebut berdampingan dengan Lubang Ambulans, salah satu lubang tambang yang dikenal di kawasan pertambangan Sejoli.

Dalam keterangannya, Kepala Desa Padengo juga menyebutkan adanya lubang tambang lama di kawasan tersebut yang berdasarkan informasi yang diterimanya sudah tidak aktif.
Namun, kondisi sebenarnya di lokasi kejadian masih memerlukan penelusuran lebih lanjut, termasuk memastikan apakah aktivitas pencarian emas masih berlangsung di sekitar bekas lubang tambang tersebut.

Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian terkait keselamatan para penambang, terutama di kawasan bekas galian yang berpotensi mengalami pergerakan tanah maupun longsor.
Apabila benar lokasi tersebut merupakan bekas lubang tambang yang sudah lama ditinggalkan, perlu dipastikan apakah telah dilakukan langkah pengamanan untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

Sementara itu, informasi awal yang diterima redaksi menyebutkan bahwa jenazah Umar Ureb alias Kakuma direncanakan akan dimakamkan pada Selasa (20/10/2026).

Meski demikian, informasi mengenai proses evakuasi korban, lokasi rumah duka, serta waktu pemakaman masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kronologi lengkap maupun penyebab pasti meninggalnya korban.Awak media Pressure News.com masih berupaya memperoleh keterangan tambahan dari pemerintah desa, aparat kepolisian, serta pihak terkait lainnya guna memastikan penyebab kejadian dan kondisi sebenarnya di lokasi pertambangan.

Pressure News.com tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi seluruh pihak terkait sebagai bentuk komitmen terhadap pemberitaan yang akurat, objektif, dan berimbang.

Penulis: Yarman Mahabu
Media: Pressure News.com

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *