PressureNews, [Gorontalo, 27 Desember 2025] – Menjawab tantangan apatisme mahasiswa terhadap organisasi, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Politik Islam menggelar pengkaderan raya dengan tajuk “mengimplementasikan nilai nilai organisasi untuk membangun kader komitmen dalam aksi nyata”. Agenda ini menandai babak baru dalam pola pengkaderan yang tidak lagi terjebak pada narasi tekstual, melainkan berorientasi pada solusi sosial-politik.
Dalam hal ini Ketua Panita juga menyampaikan bahwa Menanamkan Loyalitas Melalui Proses itu merupakan hal yang harus dibangun setiap kader.
Gusnar Rupu Ketua Panitia, Dalam laporannya menjelaskan bahwa kurikulum pengkaderan kali ini dirancang untuk menyaring kader yang memiliki daya tahan tinggi dan loyalitas tanpa batas.
“Kami tidak sedang merekrut anggota biasa, kami sedang membentuk pejuang organisasi. Melalui metode experiential learning, setiap calon kader dipaksa untuk keluar dari zona nyaman dan membuktikan komitmen mereka melalui aksi lapangan yang terukur. Bagi kami, nilai organisasi hanya akan menjadi mitos jika tidak diwujudkan dalam pengabdian nyata,” jelas Ketua Panitia Gusnar Rupu dengan tegas.
Kegiatan yang digelar ini pun tidak lepas perhatian dari Ketua Jurusan Politik Islam: Melahirkan Teknokrat Politik yang Beretika, dukungan penuh datang dari pihak akademisi *Hendra Yasin M.A* selaku kajur memberikan sedikit penyampaian yang menekankan bahwa HMJ adalah laboratorium kepemimpinan yang paling vital bagi mahasiswa
“jangan khawatir selagi itu kegiatan yang dilakukan oleh himpunan saya mendukung penuh langkah progresif HMJ dalam merevitalisasi nilai-nilai organisasi. Kita membutuhkan pemimpin yang memahami politik secara teknokratis namun tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman yang moderat. Saya berharap kader-kader yang lahir dari proses ini adalah mereka yang mampu membawa nama baik jurusan melalui prestasi dan kontribusi nyata di tengah masyarakat, tak hanya itu ketua jurusan menekankan kepada mahasiswa Politik Islam untuk masuk dalam organisasi ekstra kampus, mengingat proses berpikir mahasiswa sudah minim literasi dan proses berpikir tak lagi terbentuk lewat ruang ruang diskusi.” tutur beliau saat membuka acara.
Para pemateri yang hadirpun lebih banyak yang membedah terkait tantangan Politik Modern, bagaimana nilai-nilai organisasi harus menjadi kompas di tengah arus politik yang dinamis.
“Komitmen itu bukan soal janji di awal, tapi soal konsistensi di tengah badai. Kader Politik Islam harus memiliki kecerdasan ganda, cerdas secara intelektual untuk membedah isu, dan cerdas secara emosional untuk merangkul masyarakat. Implementasi nilai organisasi adalah wajah dari integritas seorang aktivis. Jika nilainya luntur, maka gerakan akan kehilangan arah,” tutur aidil supu selaku pemateri Antropolosi Kampus.
Aksi Nyata sebagai Standar Baru
Kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan pakta integritas dan presentasi “Rencana Aksi Strategis” oleh masing-masing kelompok kader. Hal ini menjadi bukti bahwa pengkaderan HMJ Politik Islam bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk mencetak pemimpin bangsa yang berkarakter.
Ketua Umum Hmj Politik Islam menegaskan Dalam Sambutannya bahwa pengkaderan ini adalah jantung dari eksistensi organisasi. Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah organisasi politik Islam diukur dari sejauh mana nilai-nilainya membumi.
“HMJ Politik Islam bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan kawah candradimuka bagi para penggerak. Hari ini kita bicara komitmen, dan komitmen itu tidak ada artinya tanpa aksi nyata. Saya instruksikan kepada seluruh kader: jangan hanya bangga dengan atribut organisasi, tapi banggalah ketika kehadiran kalian mampu menjadi solusi atas persoalan di sekitar kita. Nilai keadilan dan kerakyatan yang kita pelajari harus menjadi napas dalam setiap langkah gerakan kita,” tegas [Ketua Hmj Politik Islam Adriyansah Handui].
Output Konkret: Dari Narasi ke Implementasi
Kegiatan ini diakhiri dengan perumusan Grand Design aksi nyata yang akan menjadi agenda prioritas HMJ Politik Islam selama satu periode ke depan. Dengan berakhirnya pengkaderan ini, HMJ Politik Islam resmi mengukuhkan posisinya sebagai organisasi mahasiswa yang progresif, berintegritas, dan selalu hadir dalam garis depan perjuangan masyarakat.
Penulis: Gusnar








