PressureNews.com, Sulawesi Tengah – Keberadaan 22 unit alat berat jenis excavator hasil penertiban aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Bodi, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, kini menjadi sorotan.
Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa dari total 22 unit excavator yang sebelumnya diamankan dalam kegiatan penertiban oleh Polda Sulawesi Tengah, kini diduga hanya tersisa sekitar 5 unit.
Berkurangnya jumlah alat berat tersebut memunculkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat, tokoh daerah, aktivis, serta sejumlah lembaga yang mengikuti perkembangan persoalan PETI di wilayah tersebut.
Selain itu, beredar pula isu dugaan adanya pembayaran sebesar Rp250 juta untuk setiap unit excavator. Namun, informasi mengenai dugaan pembayaran tersebut hingga kini belum terverifikasi dan masih membutuhkan penelusuran serta klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
Muncul pertanyaan, apakah benar sejumlah unit excavator yang sebelumnya dijadikan barang bukti dan dititipkan di lahan milik seseorang yang dikenal dengan nama K.J. telah dikeluarkan? Jika benar, siapa yang memberikan izin dan atas dasar prosedur hukum apa alat berat tersebut dikeluarkan?
Pertanyaan lainnya, apakah isu dugaan pembayaran Rp250 juta untuk setiap unit memiliki keterkaitan dengan berkurangnya jumlah alat berat tersebut? Hal ini perlu dijelaskan secara terbuka oleh pihak berwenang agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Sejumlah aktivis Sulawesi Tengah menyatakan akan terus memantau dan mengawal persoalan tersebut hingga memperoleh kejelasan hukum. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat melakukan pemeriksaan secara transparan, termasuk memastikan keberadaan seluruh alat berat yang sebelumnya diamankan.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian melalui Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulawesi Tengah maupun Kasat Reskrim Polres Buol belum memberikan keterangan resmi yang menjelaskan secara rinci mengenai keberadaan 22 unit excavator tersebut maupun isu dugaan pembayaran yang berkembang.
PressureNews akan terus berupaya meminta klarifikasi kepada pihak terkait guna memastikan kebenaran informasi tersebut dan memberikan ruang bagi semua pihak untuk menyampaikan penjelasan.








