PressureNews,GORONTALO, 6 Februari 2026 – Jenazah seseorang berinisial U, yang telah hilang selama satu minggu terakhir, berhasil ditemukan oleh tim pencarian pada sekitar pukul 05.00 WITA hari ini di kawasan lereng bukit Bulotalangi Timur, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango.
Korban pertama kali dilaporkan hilang oleh keluarga setelah tidak kembali dari aktivitasnya di sekitar wilayah desa. Merasa khawatir, keluarga bekerja sama dengan pemerintah dan warga sekitar, serta didampingi oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) setempat untuk melakukan pencarian ke berbagai lokasi yang sering dikunjungi korban selama beberapa hari berturut-turut.
Pada pagi hari ini, tim pencarian memfokuskan pemeriksaan di lereng bukit Bulotalangi Timur – area yang dicurigai menjadi tempat terakhir korban beraktivitas. Setelah beberapa saat mencari, mereka menemukan benda mencurigakan yang kemudian terbukti sebagai jenazah korban. Di sekitar lokasi penemuan juga terlihat pohon aren yang diduga menjadi tempat korban berada sebelum kejadian. Menurut keterangan keluarga korban, Didin Kubuhi, korban sering kali mengalami jatuh dari pohon aren dan juga sedang mengalami sakit yang rutin diperiksa di puskesmas setempat. Didin juga menjelaskan bahwa korban yang berusia 60 tahun tersebut seringkali berada di lereng bukit untuk melakukan pekerjaan sebagai penipar buah aren (Ba tipar).
Babinsa “Nasrullah” menjelaskan bahwa pemeriksaan awal telah dilakukan segera setelah penemuan. “Sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai penyebab kematian secara pasti, dan tidak akan dilanjutkan pemeriksaan forensik. Namun dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, ada dugaan kematian akibat jatuh dari pohon aren. Jenazah telah dibawa ke rumah duka untuk ditempatkan sementara,” ujarnya.
Menurut warga sekitar yang diwawancarai, Arif Hamjati, korban sudah lama tergeletak tak bernyawa dan baru bisa ditemukan pada tanggal 6 Februari pukul 4.00 WITA, mengingat bau yang begitu menyengat yang berasal dari jenazah korban. Arif Hamjati juga menambahkan bahwa korban yang berinisial U tersebut adalah sosok yang baik dan ramah, serta dikenal oleh banyak warga karena keramahannya.
Proses identifikasi resmi tidak akan dilakukan karena keluarga korban tidak setuju, dan tidak akan dilanjutkan pemeriksaan forensik sesuai kesepakatan bersama keluarga. Keluarga korban menyampaikan rasa duka cita sekaligus lega karena akhirnya menemukan korban setelah hari-hari penuh kekhawatiran.
Salah seorang aktivis, Apriyanto Umar, yang sebelumnya menegaskan pentingnya pemeriksaan lebih lanjut, menyampaikan pemahamannya terhadap keputusan keluarga. “Kita menghormati keputusan keluarga, meskipun semula berharap uji forensik bisa dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian secara pasti,” katanya.
Pihak berwenang akan memberikan dukungan penuh terhadap keluarga korban dalam proses penanganan jenazah sesuai dengan keinginan mereka.
Penerbit:GusnarR.








