Dugaan Penjualan Barang Bukti Captikus: Integritas Polres Bolmut Kembali Dipertanyakan?

BOLTARA, PressureNews – Citra Kepolisian di wilayah Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) kembali digoyang isu miring. Kasus dugaan penjualan barang bukti (BB) minuman keras jenis captikus yang melibatkan oknum Kapolsek dan sejumlah anggota kepolisian kini menuai reaksi keras dari berbagai lapisan masyarakat.

Kritik Tajam Aktivis: “Hukum Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas”
Aktivis muda, Sergio Manggopa, secara vokal mengkritik langkah Polres Boltara yang dianggap tidak tegas dalam menangani kasus ini. Menurutnya, penanganan perkara ini menunjukkan adanya ketimpangan keadilan dalam internal institusi.

“Ini adalah bentuk kegagalan sistematik institusi kepolisian yang makin bobrok,” cetus Sergio.

Ia menyoroti perbedaan perlakuan hukum antara pimpinan dan bawahan. Diketahui, delapan anggota yang terlibat telah dimutasi, sementara sang Kapolsek dikabarkan hanya dikenakan sanksi disiplin ringan.

“Hukum yang ditegakkan oleh Polres Boltara terlihat tidak adil; tajam ke bawah, namun tumpul ke atas,” tambahnya.

Tuntutan Transparansi dan Ancaman Lapor ke Mabes
Masyarakat kini menuntut transparansi penuh agar kasus ini tidak menguap begitu saja. Ada kekhawatiran di tengah publik bahwa penanganan kasus ini hanyalah formalitas untuk menutupi aib instansi.

“Jangan sampai ini menjadi ‘mainan’ atau settingan kepolisian lagi untuk menutupi kesalahan mereka,” tegas Sergio.

Menyikapi situasi yang memanas, Sergio menghimbau agar Polda Sulawesi Utara (Sulut) turun tangan melakukan pengawasan ketat. Ia menegaskan tidak akan segan membawa masalah ini ke tingkat yang lebih tinggi jika tidak ada penyelesaian yang adil.

“Kalau ini tidak diseriusi, maka saya akan melaporkan dugaan kasus ini langsung ke Mabes Polri,” pungkasnya.

Pewarta:GusnarRupu

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *