Fashion Show Berbahan Bekas Meriahkan Hari Kedua Perkemahan di Popayato Timur

Pressurenews, Popayato – Kegiatan hari kedua perkemahan yang berlangsung di lapangan hijau Desa Tahele, Kecamatan Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato, diisi dengan kegiatan fashion show yang memanfaatkan berbagai bahan bekas. Kreativitas para peserta dari berbagai Gugus Depan (Gudep) terlihat dalam menyulap bahan sederhana seperti daun kelapa, plastik, kertas nasi, karung, serta berbagai bahan bekas lainnya menjadi busana yang menarik dan bernilai estetis.

Fashion show tersebut menjadi salah satu kegiatan yang cukup menarik perhatian sekaligus memberikan warna tersendiri dalam rangkaian kegiatan perkemahan. Para peserta dan pembina menunjukkan kreativitas mereka dengan memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) Popayato Timur, Abd. Latif Mokambu, S.Pd. Menurutnya, penggunaan bahan bekas dalam fashion show tidak hanya bertujuan menghadirkan pertunjukan yang menarik, tetapi juga menjadi bagian dari pembelajaran untuk memanfaatkan potensi yang ada di alam dan lingkungan sekitar secara kreatif.

Abd. Latif menjelaskan bahwa semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka, khususnya dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan serta menumbuhkan kreativitas.

“Tujuan penggunaan bahan bekas yang dikenakan dalam fashion show ini adalah bagaimana kita memanfaatkan apa yang ada di alam dan lingkungan. Bahan bekas juga bisa digunakan untuk mengefisiensi anggaran. Alhasil, apa yang ditampilkan sangat memuaskan dan mampu menambah kreativitas para guru di wilayah Kecamatan Popayato Timur,” ungkap Abd. Latif.

Ia menambahkan, fashion show dengan memanfaatkan bahan bekas tersebut telah dilaksanakan selama dua pekan dalam kegiatan yang sama. Hal itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan kreativitas masing-masing sekolah di wilayah Popayato Timur.

Selain meningkatkan kreativitas, pemanfaatan bahan bekas juga dinilai dapat mengurangi beban biaya dalam mempersiapkan pakaian yang digunakan pada berbagai kegiatan.

“Fashion show menggunakan bahan bekas ini sudah dilaksanakan selama dua pekan. Tujuannya untuk meningkatkan kreativitas dari masing-masing sekolah di wilayah Popayato Timur sekaligus mengurangi beban dalam menyiapkan berbagai pakaian yang digunakan dalam kegiatan,” jelasnya.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari aktivis Pohuwato, Frensi Mahabu. Ia menilai kegiatan fashion show berbahan bekas merupakan gagasan positif yang tidak hanya dapat diterapkan di tingkat sekolah, tetapi juga berpotensi dikembangkan hingga tingkat Kabupaten Pohuwato.

Frensi menyebut, kegiatan semacam itu dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kreativitas sekaligus mendorong efisiensi penggunaan anggaran dalam berbagai kegiatan.

“Saya sangat mendukung kegiatan fashion show dengan menggunakan bahan bekas. Hal tersebut bisa dilaksanakan di tingkat kabupaten, mengingat kegiatan ini dapat meningkatkan kreativitas sekaligus efisiensi anggaran,” ujar Frensi.

Menurutnya, kreativitas tidak selalu membutuhkan biaya besar. Dengan kemauan, inovasi, dan niat yang baik, bahan-bahan sederhana yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi sesuatu yang menarik dan bermanfaat.

“Jika ada kemauan serta niat baik, hasilnya pun sangat baik,” tutup aktivis Pohuwato tersebut.

Kegiatan fashion show berbahan bekas yang digelar pada 12 Agustus 2026 itu pun menjadi salah satu contoh bahwa kegiatan perkemahan tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran, kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta penerapan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *