PressureNews, BOLTARA – Mencuatnya kasus penangkapan tersangka narkotika jenis sabu di Desa Jambusarang, Kecamatan Bolangitang Barat, memicu gelombang kritik keras terhadap sistem pengamanan wilayah perbatasan. Pasalnya, barang haram yang dipasok dari Kota Palu, Sulawesi Tengah tersebut, terbukti mampu menembus barisan penjagaan di perbatasan Gorontalo dan Sulawesi Utara tanpa terdeteksi.
Menyikapi kenyataan pahit ini, Kepolisian Resor (Polres) Boltara kini didesak untuk bertindak tegas dengan melakukan audit investigasi menyeluruh terhadap Polsek Pinogaluman serta seluruh personel yang disiagakan di pos penjagaan perbatasan.
Pernyataan Sikap: Perbatasan “Lumpuh” Pengawasan
Lolosnya narkotika lintas provinsi ini dianggap sebagai kegagalan fatal dalam fungsi pengawasan teritorial. Fakta bahwa sabu tersebut bisa sampai ke titik penangkapan di Bolangitang Barat menunjukkan adanya celah besar yang dibiarkan terbuka di gerbang masuk utama Sulawesi Utara.
“Ini bukan sekadar kecolongan biasa. Ini adalah bukti nyata lemahnya pengamanan di garda terdepan. Bagaimana mungkin narkoba dari Palu bisa melenggang bebas melewati pos penjagaan resmi? Kami MENDESAK Kapolres Boltara untuk segera mengaudit kinerja Polsek Pinogaluman!” tegas aktivis sergio dengan nada tinggi.
Poin-Poin Tuntutan Utama:
Audit Kinerja Personel: Segera periksa seluruh anggota kepolisian yang bertugas di pos penjagaan perbatasan Gorontalo-Sulut saat barang tersebut melintas.
Evaluasi SOP Penjagaan: Mempertanyakan efektivitas pemeriksaan kendaraan dan barang di perbatasan yang selama ini dianggap hanya formalitas.
Dugaan Kelalaian Petugas: Mendesak adanya pemeriksaan internal untuk memastikan tidak ada unsur pembiaran atau lemahnya integritas petugas di lapangan dalam menjaga daerah dari masuknya barang haram.
Transparansi Hasil Audit: Meminta Polres Boltara mempublikasikan hasil evaluasi tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.
Jangan Biarkan Perbatasan Jadi Jalur “Hijau” Narkoba
Kritik tajam diarahkan pada dugaan lemahnya mentalitas penjagaan yang membuat wilayah Boltara rentan terhadap penyelundupan. “Saya menduga ada kelemahan serius dalam upaya penjagaan daerah. Jangan sampai petugas di perbatasan hanya sekadar ‘berjaga’ tanpa fungsi deteksi yang tajam. Polsek Pinogaluman harus bertanggung jawab atas lolosnya barang ini ke wilayah Bolangitang!”
Desakan ini kini menjadi bola panas di pundak Polres Boltara. Publik menunggu langkah nyata dari Kapolres untuk “membersihkan” dan memperketat pintu masuk kabupaten agar tidak lagi menjadi jalur sutra bagi para bandar narkoba lintas provinsi.
Penerbit:GusnarR.








