Aktivis Soroti Tindak Lanjut Polres Boalemo Atas Pengamanan Tiga Ekskavator Di Lokasi PETI

PressureNews.Com, BOALEMO – Beberapa minggu lalu, Polres Boalemo mengamankan tiga unit ekskavator yang diduga digunakan dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Boalemo.

Menanggapi hal tersebut, aktivis mahasiswa Masruh Punuh menyoroti kinerja Kapolres Boalemo dan Kasat Reskrim Polres Boalemo yang hingga kini dinilainya belum memberikan penjelasan kepada publik mengenai tindak lanjut terhadap alat berat yang ditemukan di lokasi aktivitas PETI tersebut.

Menurut Masruh, keberadaan ekskavator yang telah diamankan seharusnya dapat menjadi barang bukti awal untuk mendalami penyelidikan, termasuk menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat, baik pelaku di lapangan maupun pihak yang diduga menjadi pemodal dalam aktivitas pertambangan ilegal di Kabupaten Boalemo.

“Pengamanan alat berat tersebut semestinya menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum untuk mengungkap jaringan yang terlibat dalam aktivitas PETI, sehingga penegakan hukum tidak berhenti pada penyitaan alat saja,” ujar Masruh.

Dengan kedatangan kapolres boalemo baru AKBP Firman Taufik, S.I.K., Ditengan krisis dan kerusakan lingkungan yang terjadi di kabupaten boalemo. Namun, sepak terjang sebagai anggota kepolisian tercoreng dengan disebutkannya nama beliau dalam kasus marten basaur sebagai pelaku PETI di kabupaten boalemo yang telah menyebutkan nama AKBP Firman Taufik, S.I.K., yang di duga membeking PETI.

Jangan sampai kedatangan kapolres AKBP Firman Taufik, S.I.K., dapat mempermulus agenda-agenda pertambangan ilegal yang ada di kabupaten boalemo, karna melihat trek rekor dari kapolres tersebut sempat di duga terlibat dalam membeking PETI.

Masruh menegaskan bahwa pengamanan tiga unit ekskavator tersebut menjadi momentum bagi Polres Boalemo untuk menunjukkan komitmen dan konsistensinya dalam menegakkan hukum secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu terhadap seluruh pihak yang terbukti terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal di Kabupaten Boalemo.

“Publik menaruh harapan agar penegakan hukum dilakukan secara menyeluruh, sehingga tidak hanya berhenti pada penyitaan alat berat, tetapi juga mampu mengungkap aktor-aktor yang berada di balik aktivitas PETI tersebut,” tutup Masruh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *