KAMI ANAK PENAMBANG, BUKAN ANAK PENJAHAT!

PressureNews, Pohuwato Untuk Pani Gold Project, Saya lahir dari rahim seorang penambang. Tubuh saya tumbuh besar dari tetesan keringat penambang, dan pendidikan yang saya enyam hingga hari ini dibiayai sepenuhnya dari hasil bumi yang digali dengan tangan-tangan perkasa para penambang rakyat. Bagi kami, setiap butir hasil tambang adalah simbol perjuangan hidup, bukan hasil kriminalitas.

Saya mengutuk keras pernyataan oknum Kolonel yang merangkap sebagai karyawan perusahaan, yang dengan angkuh menyatakan “pantang bernegosiasi dengan penjahat” merujuk pada masyarakat penambang lokal di Gorontalo.

Ucapan ini bukan sekadar kata-kata kasar, melainkan serangan terhadap kehormatan ribuan kepala keluarga. Mengatakan penambang adalah penjahat sama saja dengan menuduh orang tua kami sedang membesarkan anak-anaknya menjadi generasi kriminal. Ini adalah penghinaan yang tidak bermoral dan sangat melukai hati kami.

Sebagai seorang prajurit TNI yang terdidik, seharusnya beliau paham bahwa Rakyat adalah ibu kandung TNI. Rakyat adalah garda utama pembentuk negara dan kekuatan inti pertahanan. Sangat ironis ketika oknum yang digaji oleh negara (atau perusahaan) justru memperlihatkan arogansi kekuasaan di hadapan rakyat kecil.

“Seseorang baru bisa disebut penjahat jika sudah ada putusan inkrah dari pengadilan. Menghakimi rakyat sebagai penjahat sebelum ada proses hukum adalah bentuk kesewenang-wenangan yang nyata.”

Dengan hati yang terluka namun suara yang tegas, kami menuntut:

Kepada Direktur Utama Perusahaan: Segera ambil tindakan tegas untuk mengeluarkan oknum tersebut dari struktur perusahaan. Kami tidak butuh pemimpin atau karyawan yang tidak memiliki empati dan memandang rendah warga lokal.

Kepada Institusi TNI: Kami memohon agar pimpinan TNI memberikan sanksi disiplin kepada oknum yang bersangkutan. Jangan biarkan perilaku satu orang merusak citra TNI yang seharusnya manunggal bersama rakyat.

Penambang rakyat adalah pahlawan bagi keluarganya. Mereka bertarung nyawa di bawah tanah demi menyekolahkan anak-anaknya agar memiliki masa depan yang lebih baik. Kami tidak akan diam ketika kehormatan orang tua kami diinjak-injak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *