PressureNews, [BONE BOLANGO] – Gelombang aksi massa dari Aliansi Mahasiswa Pemuda Bone Bolango Gorontalo kembali mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Bone Bolango. Massa menuntut realisasi pembentukan Panitia Khusus (Pansus) terkait dugaan kasus Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang dinilai berjalan di tempat.
Aksi ini merupakan kelanjutan dari gerakan yang telah dibangun sejak awal bulan suci Ramadhan lalu. Fokus utama massa adalah menagih komitmen 13 anggota DPRD Bone Bolango yang sebelumnya telah menandatangani Pakta Integritas untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan di daerah tersebut.
Poin-Poin Utama Tuntutan:
-
Komitmen 13 Legislator: Orator massa aksi, Yanto Ali, menyatakan bahwa dukungan dari 13 anggota dewan secara politik sudah lebih dari cukup untuk memenuhi syarat pembentukan Pansus.
-
Desakan Sidang Paripurna: Berdasarkan Pakta Integritas, pembentukan Pansus seharusnya diperjuangkan melalui sidang paripurna paling lambat 7 hari kerja setelah penandatanganan. Namun, hingga kini agenda tersebut belum terlaksana.
-
Peringatan “Lip Service”: Massa memperingatkan agar tanda tangan di atas meterai tersebut bukan sekadar formalitas atau cara meredam gejolak masyarakat di bulan Ramadhan.
Pernyataan Penting (Quotes):
“Kami sudah bergerak sejak awal Ramadhan. Perlu dicatat, sudah ada 13 Anggota DPRD yang membubuhkan tanda tangan komitmen. Jangan sampai tanda tangan di atas materai itu hanya menjadi lip service. Jangan sampai ada kebohongan kepada rakyat,” ujar Yanto Ali dalam orasinya.
Kondisi Terkini: Massa aksi mengancam akan terus melakukan pengawalan ketat dan akan mengerahkan massa yang lebih besar jika dalam waktu dekat tidak ada kejelasan mengenai jadwal Sidang Paripurna terkait pembentukan Pansus KKN. Hingga berita ini diturunkan, pihak legislatif diharapkan segera memberikan progres nyata atas tuntutan tersebut.








