Pohuwato – BJA Group mencatat tonggak sejarah baru melalui pencapaian penanaman gamal ke-20 juta di Blok I-10, Kecamatan Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato. Agenda ini menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat industri biomassa berkelanjutan dan mendorong pengembangan energi hijau di Indonesia.
Acara berlangsung dalam suasana kebersamaan dengan melibatkan karyawan, keluarga, serta masyarakat sekitar. Selain penanaman simbolis, kegiatan juga diisi dengan pemberian santunan untuk anak yatim, dukungan UMKM, serta aktivitas ramah keluarga. Sabtu (22/11/2025)
Tiga Tahun, 20,4 Juta Pohon Tertanam
BJA Group—yang menaungi PT Biomasa Jaya Abadi, PT Banyan Tumbuh Lestari, dan PT Inti Global Laksana—memulai program reforestasi gamal pada Mei 2022. Hingga 2025, perusahaan telah menanam lebih dari 20,4 juta pohon di area seluas sekitar 4.080 hektare.
Sebagian tanaman generasi pertama kini telah mencapai tinggi delapan meter dan diperkirakan siap dipanen dalam empat hingga lima tahun. Pertumbuhan tersebut menunjukkan konsistensi pengelolaan lapangan yang disiplin dan berorientasi pada produktivitas jangka panjang.
“Setiap pohon membawa harapan untuk masa depan energi hijau dan peluang bagi masyarakat Pohuwato,” ujar Direktur BJA Group, Zunaidi, Sabtu (22/11/2025).
—
Program Sosial: Santunan, UMKM, dan Beasiswa
Dalam kesempatan itu, Zunaidi juga menjelaskan program tanggung jawab sosial perusahaan yang telah berjalan di 15 desa binaan sesuai SK Bupati Pohuwato. Setiap desa menerima sepuluh paket bantuan rutin setiap tiga bulan.
Mulai Januari 2025, BJA Group juga akan meluncurkan program beasiswa masif bagi siswa SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa. Setiap desa binaan akan mendapatkan kuota:
6 siswa SD
3 siswa SMP
3 siswa SMA
1 mahasiswa perguruan tinggi
Pendataan calon penerima dilakukan bersama para kepala desa dan ditargetkan rampung pada 15 Desember 2025.
“Program ini kami rancang sejak 2024 dan akan berjalan penuh tahun depan. Harapannya, anak-anak di desa binaan mendapatkan akses pendidikan yang lebih layak,” ujar Zunaidi.
—
Gamal, Komoditas Cepat Tumbuh untuk Biomassa
Gamal dipilih sebagai tanaman utama karena karakter tumbuh cepat serta dapat dipanen berulang. Dengan kepadatan hingga 5.000 pohon per hektare, gamal menjadi bahan baku wood pellet berkelanjutan tanpa menebang hutan alam. Seluruh proses produksi telah menerapkan Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK).
Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, Laksmi Wijayanti, mengapresiasi konsistensi penerapan SVLK yang dinilai penting untuk menjaga kredibilitas industri kehutanan.
—
Dampak Ekonomi: 3.000 Warga Terangkat
Hingga September 2025, BJA Group mempekerjakan 1.501 tenaga kerja, dengan 84 persen di antaranya berasal dari Gorontalo. Perputaran pendapatan karyawan diperkirakan mencapai Rp7 miliar per bulan, yang turut menggerakkan sektor perdagangan, transportasi, penyedia makanan, jasa perawatan lahan, dan rantai usaha lainnya.
Denis, warga Milangodaa yang bekerja di BJA Group, mengaku kehidupannya berubah signifikan sejak bergabung.
“Sebelum bekerja di sini, penghasilan saya tidak menentu. Sekarang saya bisa menyekolahkan adik-adik, merenovasi rumah, dan membeli kendaraan. Saya sangat bersyukur,” ujarnya.
—
Kontribusi pada Penurunan Kemiskinan di Pohuwato
Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi perusahaan yang dinilai memberi dampak jelas terhadap penurunan angka kemiskinan.
“Pada 2024 tingkat kemiskinan berada di 17,9 persen, dan turun menjadi 15,25 persen seiring hadirnya investasi dan aktivitas ekonomi baru dari perusahaan ini. Dampaknya sangat terasa,” ungkap Saipul.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Pohuwato terbuka untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan industri biomassa yang tetap menjaga kesejahteraan masyarakat.
—
Menatap Manfaat Jangka Panjang
Menutup rangkaian kegiatan, Zunaidi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung program penanaman berkelanjutan ini.
“Apa yang ditanam hari ini merupakan investasi bagi generasi mendatang. Ini bentuk tanggung jawab kita terhadap masa depan energi dan lingkungan,” ujarnya.
Acara ditutup dengan prosesi penanaman gamal secara simbolis di Blok I-10, menandai babak baru pengembangan energi hijau di Gorontalo dan Indonesia.








