Dari Kampus ke Jalanan: HMB-TI FT-UNG Hadirkan Harapan Lewat Aksi Kemanusiaan

PressureNews, GORONTALO – Lumpur setinggi lutut, rumah terendam 2,5 meter, dan 3.258 jiwa kehilangan tempat tinggal. Di tengah kelamnya bencana Biau, Gorontalo Utara, Himpunan Mahasiswa Basica Teknik Informatika FT-UNG memilih turun langsung, bukan hanya bersuara. Pada 31 Mei – 1 Juni 2026, HMB-TI menggelar aksi kemanusiaan di tengah masa tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah hingga 24 Juni.

Banjir bandang sejak 26 Mei 2026 meluluhlantakkan 5 desa: Bualo, Biau, Didingga, Omuto, dan Luhuto. Data lapangan mencatat 726 KK terdampak, 730 rumah terendam, 3 rumah roboh, 1 rumah hanyut di Didingga, serta 7 masjid dan 5 sekolah ikut tenggelam. Warga kini bertahan di Masjid Al-Abrar, Puskesmas Pembantu, dan mushola Kampung Adat Terpencil.

Di titik paling rawan ini, HMB-TI FT-UNG turun ke jalan dan menyebar flayer donasi ke berbagai sudut kota. Tujuannya sederhana: buka pintu bantuan lebih lebar, agar siapa pun yang tak bisa hadir, tetap bisa jadi bagian dari harapan.

Hendro Aditya Nugraha Dunggio, Ketua Umum HMB-TI, menegaskan: “Kegiatan aksi kemanusiaan ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian HMB-TI terhadap saudara-saudara kami di Kecamatan Biau yang terdampak musibah banjir. Melalui kegiatan ini, kami berupaya memberikan bantuan kepada warga yang terdampak guna membantu memenuhi kebutuhan mereka selama masa pemulihan.”

“Kami berharap hasil dari aksi kemanusiaan yang telah dilaksanakan ini bisa membantu meringankan beban dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir di Kecamatan Biau,” lanjutnya. Penggalangan akan terus berjalan hingga hari-H, karena bagi HMB-TI, solidaritas untuk Biau tidak boleh berhenti di tengah bencana.

_Penulis: Mustakim Lalesa_

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *