Polsek Popayato Sisir Lokasi PETI di KM 16 Desa Marisa, Temukan Hanya Bekas Aktivitas Tambang Ilegal

Oplus_16908288

Pohuwato, 14 November 2025 — Polsek Popayato melaksanakan operasi penertiban Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di KM 16 Desa Marisa, Kecamatan Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato, pada Jumat (14/11) sekitar pukul 16.30 WITA. Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Popayato, IPDA Muhammad Kafin Adlan, S.Tr.K.

Dalam operasi itu, petugas menyisir area pinggiran sungai yang selama ini diduga menjadi lokasi aktivitas tambang ilegal. Berdasarkan informasi awal yang diterima, para pelaku usaha yang beraktivitas di lokasi KM 16 disebut berasal dari Kecamatan Paguyaman.

“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat terkait adanya aktivitas PETI di wilayah KM 16. Menindaklanjuti laporan tersebut, kami langsung turun untuk melakukan pengecekan dan penertiban,” ungkap IPDA Muhammad Kafin Adlan di lokasi kegiatan.

Selain itu, petugas juga mewawancarai warga setempat untuk memastikan status lahan dan aktivitas yang terjadi di kawasan tersebut. Salah satu warga, Nelwan Rumampuk, menyampaikan bahwa lokasi PETI tersebut tidak berada di lahan pribadi mana pun.

“Daerah itu sebenarnya lahan lepas, berupa aliran sungai Desa Marisa. Memang beberapa waktu terakhir ada aktivitas penambangan, tapi itu bukan di tanah milik warga,” jelas Nelwan Rumampuk.

Setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh, petugas tidak menemukan alat berat jenis excavator maupun peralatan pengolahan emas lainnya. Yang terlihat di lokasi hanyalah bekas aktivitas lama yang ditinggalkan para pekerja PETI.

“Tidak ada alat berat yang kami temukan. Hanya sisa-sisa pekerjaan lama. Meski begitu, kami tetap menghentikan segala bentuk aktivitas PETI di sini,” tegas Kapolsek.

IPDA Kafin juga menambahkan bahwa pihaknya telah memberikan peringatan kepada pihak-pihak terkait agar segera mengeluarkan alat berat yang pernah digunakan di area tersebut untuk mencegah potensi gesekan dengan warga lokal.

“Kami sampaikan kepada pihak yang diduga terlibat agar tidak lagi melakukan aktivitas tambang ilegal, termasuk memastikan tidak ada alat berat yang kembali masuk ke wilayah ini,” ujarnya.

Operasi penertiban PETI berakhir sekitar pukul 21.00 WITA dengan situasi aman dan kondusif. Polsek Popayato memastikan akan terus melakukan pemantauan berkala untuk menghindari munculnya kembali kegiatan penambangan ilegal di wilayah hukumnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *