PressureNews, Popayato — Polemik yang beberapa waktu terakhir mencuat di lingkungan Alkhairaat Popayato terkait krisis guru di Madrasah Ibtidaiyah (MI), transparansi pengelolaan Depot Air Minum, hingga kekosongan kepemimpinan pondok pesantren akhirnya dibahas secara terbuka dalam rapat bersama yang berlangsung penuh kekeluargaan dan semangat mencari solusi.
Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Komisaris Daerah Alkhairaat Pohuwato, Hamdi Alamri, didampingi unsur pengurus cabang, para guru MI, MTs, dan MA, serta perwakilan Ikatan Alumni Alkhairaat Popayato. Meski Ketua Pengurus Cabang berhalangan hadir karena kesibukan lain, kehadirannya tetap diwakili oleh pengurus cabang yang turut mengikuti jalannya pembahasan.
Dalam forum tersebut, berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian bersama dibahas secara mendalam. Setelah melalui diskusi dan pertukaran pendapat dari berbagai pihak, rapat berhasil menghasilkan sejumlah kesepakatan penting sebagai langkah penyelesaian masalah.
Pertama, Ketua Komda Alkhairaat Pohuwato meminta seluruh elemen terkait untuk segera mengusulkan nama calon pimpinan Pondok Pesantren Alkhairaat Popayato. Nama yang disepakati nantinya akan segera diproses dan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) guna memastikan keberlangsungan kepemimpinan dan pembinaan di lingkungan pondok pesantren.
Kedua, Ketua Komda menyatakan komitmennya untuk mengoptimalkan pengelolaan Depot Air Minum yang selama ini menjadi sorotan. Perbaikan manajerial akan dilakukan secara menyeluruh guna menciptakan tata kelola yang lebih transparan, profesional, dan memberikan manfaat yang maksimal bagi lembaga. Untuk mendukung langkah tersebut, Ketua Komda akan memanggil Pengurus Depot serta beberapa perwakilan dari pihak sekolah untuk menghadiri rapat kecil sebelum diadakanya rapat besar yang akan dilangsungkan rentang waktu tgl 8 Juni – 14 Juni 2026
Ketiga, peserta rapat yang terdiri dari unsur alumni, guru-guru, serta sebagian pengurus cabang yang hadir, menyepakati pelaksanaan rapat lanjutan Optimalisasi Pengelolaan Depot dengan memperbaiki Manajerialnya.
Suasana rapat berlangsung kondusif dan penuh semangat persatuan. Seluruh peserta berharap hasil kesepakatan yang telah dicapai dapat menjadi titik awal penyelesaian berbagai persoalan yang selama ini menghambat perkembangan Alkhairaat Popayato.
“Yang terpenting adalah menjaga kebersamaan dan fokus pada upaya membangun Alkhairaat yang lebih baik. Semua pihak memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan lembaga ini terus berkembang dan memberikan manfaat bagi umat serta dunia pendidikan,” menjadi semangat yang mengemuka dalam rapat tersebut.
Dengan lahirnya sejumlah kesepakatan tersebut, diharapkan persoalan krisis guru, tata kelola depot air, dan kepemimpinan pondok pesantren dapat segera terselesaikan sehingga Alkhairaat Popayato dapat kembali fokus menjalankan perannya sebagai lembaga pendidikan dan pembinaan generasi yang berkualitas.






