PressureNews, Gorontalo – Sejumlah kalangan akademisi dan mahasiswa mulai menyuarakan kegelisahan terkait pola pendidikan tinggi yang dianggap semakin menjauh dari realitas sosial. Mahasiswa diingatkan untuk tidak terjebak dalam “menara gading” teori dan mulai mengedepankan aksi nyata dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa.
Fenomena yang sering terjadi di lingkungan kampus adalah kecenderungan mahasiswa untuk sekadar memahami teori tanpa melakukan telaah mendalam terhadap fenomena nyata. Hal ini terlihat jelas saat mahasiswa merespons isu-isu kompleks, seperti dinamika sosial dan politik yang terjadi di wilayah seperti Papua.
Banyak pihak menyoroti bahwa mahasiswa cenderung bersikap pasif atau menjadi “penonton” terhadap isu-isu nasional. Mereka dinilai hanya melihat permukaan masalah—seperti stigma negatif atau konflik—tanpa mencoba menyelami akar sejarah, budaya, dan kompleksitas yang melatari persoalan tersebut.
“Mahasiswa bukan sekadar pengumpul data untuk memperkuat teori. Tugas utama kita adalah menjadi intelektual yang kritis dan solutif. Jika hanya berhenti pada pertanyaan ‘mengapa ini terjadi’, maka ilmu yang didapat di kampus tidak akan memberikan dampak apa pun bagi masyarakat,” ujar ridho.
Lebih lanjut, ditegaskan bahwa ilmu pengetahuan seharusnya berfungsi sebagai alat untuk membawa perubahan. Ketika mahasiswa melihat suatu persoalan, langkah yang diambil tidak boleh berhenti pada kesimpulan sederhana. Mereka dituntut untuk hadir dengan empati, kesadaran sosial, dan keberanian untuk menawarkan solusi konkret.
Kritik ini menjadi pengingat bagi civitas akademika agar kampus tidak hanya menjadi tempat menghafal materi, tetapi menjadi inkubator gagasan yang mampu menjawab tantangan nyata bangsa. Mahasiswa didorong untuk turun langsung ke lapangan, mendengarkan suara masyarakat, dan memosisikan diri sebagai bagian dari pemecahan masalah.
“Jangan biarkan diri terbelenggu oleh teori semata. Ilmu pengetahuan akan jauh lebih bermakna ketika digunakan untuk memberikan jalan keluar, bukan hanya sekadar membenarkan apa yang sudah kita ketahui dari buku,” tutup pernyataan tersebut.





