PressureNews, GORONTALO – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Gorontalo melalui Ketua Bidang Hikmah, Politik, dan Kebijakan Publik, Syahril Razak, melayangkan protes keras terhadap Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo. Protes ini dipicu oleh surat pemanggilan kepolisian terhadap Mantan Ketua Umum DPD IMM Gorontalo periode 2018-2020.
Tuduhan yang Dianggap Tak Berdasar
Syahril menegaskan bahwa isi surat panggilan yang menyebutkan adanya upaya menghambat aktivitas perusahaan adalah tuduhan yang keliru dan tidak berdasar. Menurutnya, aksi yang selama ini dilakukan oleh mantan ketua tersebut bersama kader IMM Pohuwato adalah murni gerakan pengawalan isu lingkungan dan dugaan pelanggaran korporasi tambang.
“Apa yang dilakukan oleh beliau adalah bentuk penyampaian pendapat di muka umum yang dijamin oleh UUD. Menuduh beliau menghambat aktivitas perusahaan adalah kekeliruan fatal,” ujar Syahril.
Soroti Ketimpangan Penegakan Hukum
DPD IMM Gorontalo menilai ada ketidakadilan yang nyata dalam penanganan konflik di wilayah Pohuwato. Beberapa poin krusial yang disoroti antara lain:
Konsistensi Gerakan: Mantan Ketua DPD IMM 2018-2020 dinilai sebagai sosok yang konsisten mengawal kebijakan pemerintah demi kepentingan rakyat.
Akar Masalah: Perusahaan tambang dianggap belum menyelesaikan persoalan mendasar di lapangan, namun justru pelaporannya yang diproses cepat.
Dugaan Keberpihakan: DPD IMM menduga adanya “main mata” antara pihak Polda Gorontalo dengan perusahaan tambang, mengingat banyaknya dugaan pelanggaran lingkungan yang terkesan dibiarkan.
Ancaman Aksi Massa
IMM Gorontalo menegaskan bahwa mereka menghormati hukum, namun tidak akan tinggal diam jika penegakan hukum digunakan untuk menciderai pejuang lingkungan.
“DPD IMM bersama kader merah maron Gorontalo akan mengguruduk Polda Gorontalo” tegasnya.
Siapkan Bukti Kejahatan Korporasi
Sebagai langkah lanjutan, DPD IMM Gorontalo saat ini tengah merampungkan data dan bukti-bukti terkait dugaan kejahatan korporasi terhadap masyarakat sipil di wilayah pertambangan. Mereka berjanji akan membongkar seluruh temuan tersebut ke publik dalam waktu dekat








