IKAAL dan Warga Alkhairaat Popayato Kompak Rekomendasikan Satu Nama, Tolak Calon Lain: Desak PB Evaluasi Kepemimpinan Komda Pohuwato

Pressurenews, Popayato – Ikatan Alumni Alkhairaat Popayato (IKAAL) bersama segenap warga Alkhairaat Popayato menyatakan sikap bulat dengan hanya merekomendasikan satu nama untuk mengisi jabatan Pimpinan Cabang Alkhairaat Popayato. Mereka menegaskan akan menolak nama lain yang tidak lahir dari aspirasi keluarga besar Alkhairaat di tingkat bawah.

Wakil Ketua IKAAL Popayato, Jumardin Lalesa, mengatakan bahwa rekomendasi tersebut bukan didasarkan pada kepentingan kelompok, melainkan atas pertimbangan rekam jejak, dedikasi, dan kontribusi nyata terhadap perkembangan Alkhairaat di Popayato.

“Kami hanya merekomendasikan sosok yang rekam jejaknya jelas, memiliki kecintaan yang tulus terhadap Alkhairaat, dan secara historis merupakan salah satu tokoh yang ikut membangun serta membesarkan Alkhairaat Popayato. Kami yakin beliau memahami kondisi riil yang sedang dihadapi lembaga ini,” tegas Jumardin.

Menurutnya, Alkhairaat Popayato saat ini membutuhkan pemimpin yang mampu bekerja nyata, bukan sekadar mengisi jabatan. Ia menilai masih banyak persoalan mendasar yang hingga kini belum mendapat perhatian serius.

“Permasalahan di Alkhairaat bukan sedikit. Mulai dari kesejahteraan guru hingga upaya meningkatkan jumlah peserta didik di MI, MTs, dan MA Alkhairaat Popayato. Kondisi MI bahkan sangat memprihatinkan. Saat ini hanya memiliki satu orang guru dengan honor sekitar Rp150.000. Kondisi seperti ini seharusnya menjadi perhatian utama semua pihak,” ujarnya.

Jumardin mengungkapkan bahwa persoalan tersebut sebenarnya telah berulang kali disampaikan kepada Komda Alkhairaat Pohuwato. Harapannya, seluruh unsur dapat duduk bersama mencari solusi demi menyelamatkan pendidikan Alkhairaat di Popayato.

“Kami sudah menyampaikan kepada Komda agar bersama-sama memikirkan solusi terhadap kesejahteraan guru dan masa depan Alkhairaat. Namun hingga hari ini kami belum melihat adanya langkah nyata. Yang justru muncul adalah konflik yang terus berkepanjangan, sementara persoalan utama belum terselesaikan,” katanya.

Atas dasar itu, IKAAL bersama warga Alkhairaat Popayato meminta Pengurus Besar (PB) Alkhairaat untuk melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan Komda Alkhairaat Kabupaten Pohuwato.

“Kami meminta PB Alkhairaat mengevaluasi kepemimpinan Komda Pohuwato. Evaluasi itu penting agar kepengurusan ke depan benar-benar fokus menyelesaikan persoalan pendidikan, meningkatkan kesejahteraan guru, serta membangun kembali kepercayaan warga Alkhairaat. Jangan sampai kebijakan yang diambil justru mengabaikan aspirasi dari bawah dan memperpanjang konflik,” tutup Jumardin.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa keluarga besar Alkhairaat Popayato menginginkan proses penetapan Pimpinan Cabang dilakukan secara aspiratif dengan mengedepankan kepentingan lembaga, bukan kepentingan kelompok tertentu. Mereka berharap PB Alkhairaat mendengar suara warga di akar rumput demi menjaga persatuan dan masa depan Alkhairaat di Popayato.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *