Pressurenews, TILAMUTA – Aliansi Mahasiswa Kabupaten Boalemo menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada Selasa (20/1/2026) menyusul semakin parahnya masalah sampah di wilayah Tilamuta. Mahasiswa menilai Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Boalemo seakan menutup mata terhadap tumpukan sampah yang kini mulai menggunung di ruas jalan utama dan pemukiman warga.
Aspirasi dan Pengabdian Mahasiswa Aktivis sekaligus orator aksi, Wahyudin Badaru, menyatakan bahwa aksi ini merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi poin ke-3, yakni pengabdian kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal keresahan warga yang terganggu oleh limbah rumah tangga yang berantakan.
“Persoalan sampah memang masalah bersama, namun saat penanganannya tidak jelas dan terus berlarut, maka mahasiswa harus hadir untuk menyelesaikannya melalui pengawalan yang serius ke dinas terkait,” ujar Wahyu dalam orasinya.
Tanggapan Kepala Dinas DLHP Menanggapi aksi tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi dan pengawalan terhadap proses pembersihan. Namun, ia mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama adalah masalah komunikasi internal antara tim pengangkutan di lapangan dengan pimpinan. Selain itu, ia berdalih bahwa pengangkutan hanya dilakukan satu kali sesuai aturan yang berlaku di tempat-tempat tertentu.
Kritik Leadership dan Tuntutan Mundur Pernyataan Kepala Dinas tersebut justru memicu kecaman keras dari massa aksi. Wahyudin Badaru menilai alasan “kurang komunikasi” adalah bentuk kegagalan kepemimpinan (leadership) yang fatal.
“Sangat mengherankan jika pimpinan tidak mengetahui kinerja bawahannya. Jika tidak mampu mengkoordinir kerja bawahannya, maka ia tidak layak memimpin instansi. Lebih baik mundur dari jabatan daripada merusak tatanan pemerintahan yang ada,” tegas Wahyu.
Ancaman Aksi Lanjutan Mahasiswa memberikan peringatan keras kepada Pemerintah Daerah. Jika persoalan sampah ini tidak segera tuntas dalam waktu dekat, mereka mengancam akan menurunkan massa dalam jumlah yang lebih besar.
“Jika tidak ada penanganan jelas, saya pastikan pada Senin, 26 Januari 2026, gelombang massa yang berlipat ganda dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Bergerak akan kembali mendatangi kantor dinas,” tambahnya.
Harapan Masyarakat Aksi ini ditutup dengan harapan agar otoritas terkait segera menseriusi masalah sanitasi lingkungan demi mencegah timbulnya wabah penyakit bagi masyarakat Tilamuta.








