PressureNews, GORONTALO – Kebijakan DPRD Provinsi Gorontalo yang mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp 1,1 miliar untuk pengadaan 45 unit MacBook bagi para legislator menuai kecaman keras. Langkah ini dinilai sebagai bentuk ketidakpekaan wakil rakyat terhadap kondisi ekonomi masyarakat Gorontalo yang masih berjuang di tengah tantangan kenaikan harga kebutuhan pokok dan minimnya lapangan pekerjaan.
Pemborosan di Tengah Prioritas yang Mendesak
Aliansi Masyarakat Sipil Gorontalo secara tegas menolak pengadaan fasilitas “mewah” tersebut. Gusnar Rupu, yang juga dikenal sebagai salah satu aktivis pemuda kritis asal Pohuwato, secara blak-blakan menyebut alokasi anggaran ini sebagai bentuk “pengkhianatan terhadap amanat rakyat.”
Menurut Gusnar, sangat tidak etis ketika rakyat di daerah terpencil, termasuk di wilayah Pohuwato, masih berjuang dengan infrastruktur yang rusak dan akses pendidikan yang sulit, para legislator justru menghamburkan uang negara untuk perangkat dengan harga puluhan juta per unit.
“Sangat tidak logis. Apakah dengan MacBook kinerja mereka otomatis menjadi lebih baik? Atau ini hanya sekadar gaya hidup? Rakyat sedang menjerit, tapi wakilnya justru sibuk memperbarui perangkat kerja dengan spesifikasi kelas atas yang tidak berbanding lurus dengan produktivitas mereka,” tegas Gusnar Rupu dalam pernyataannya.
Tantangan untuk Transparansi dan Efektivitas
Sebagai representasi suara dari aktivis pemuda Pohuwato, Gusnar menantang para anggota DPRD untuk membuktikan urgensi di balik pemilihan merek tersebut. Ia menilai bahwa anggaran sebesar Rp 25 juta per unit adalah angka yang sangat fantastis untuk perangkat administrasi.
“Jika memang alasannya untuk digitalisasi, mengapa harus perangkat yang harganya setara dengan biaya pendidikan satu tahun untuk puluhan mahasiswa kurang mampu di Gorontalo? Saya menantang para legislator untuk membatalkan pengadaan ini jika mereka benar-benar ingin disebut sebagai wakil rakyat yang berempati, bukan sekadar pemegang jabatan yang haus akan fasilitas mewah,” tambah Gusnar.
Desakan Pembatalan
Gelombang protes di media sosial terus membesar. Warga Gorontalo mendesak agar anggaran tersebut segera dialihkan (refocusing) untuk program yang menyentuh langsung hajat hidup orang banyak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak DPRD terkait apakah kebijakan ini akan ditinjau ulang di tengah desakan publik yang dimotori oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk suara kritis dari Gusnar Rupu. Masyarakat kini menunggu apakah para wakil rakyat tersebut memiliki keberanian untuk membatalkan proyek tersebut atau justru tetap memaksakan kehendak di tengah penolakan masif.
Pewarta(PressureNews).








