TAPA – Dinamika hubungan antara Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Tapa dan Pemerintah Kecamatan Tapa belakangan ini menjadi perhatian publik. Perbedaan pandangan terkait pelibatan organisasi kepemudaan dalam agenda pemerintahan dinilai perlu disikapi secara dewasa agar tidak menimbulkan kegaduhan berkepanjangan.
Polemik tersebut mencuat setelah KNPI Kecamatan Tapa menyuarakan desakan evaluasi terhadap jabatan Camat Tapa. Namun, sikap itu mendapat tanggapan berbeda dari sejumlah elemen pemuda di tingkat desa. Karang Taruna Desa Meranti, misalnya, menilai bahwa pendekatan komunikasi dua arah yang konstruktif lebih efektif dibandingkan tekanan politik yang disampaikan secara terbuka di ruang publik.
Perbedaan pandangan antarorganisasi pemuda ini menunjukkan adanya dinamika internal yang perlu dikelola secara bijak. Sejumlah pihak menilai, situasi tersebut seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan konsolidasi pemuda, bukan sebaliknya memperlebar jarak dengan pemerintah.
Pengamat kepemudaan setempat menilai, akar persoalan terletak pada kurang optimalnya koordinasi antara pemerintah kecamatan dan unsur kepemudaan. KNPI sebagai wadah organisasi pemuda di tingkat kecamatan serta Karang Taruna sebagai penggerak pemuda desa memiliki tujuan yang sama, yakni pemberdayaan dan peningkatan peran pemuda dalam pembangunan.
Masyarakat pun berharap agar polemik yang terjadi tidak berlarut-larut. Kontribusi nyata dan program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan pemuda dinilai jauh lebih dibutuhkan dibandingkan perdebatan administratif maupun tuntutan jabatan.
Ke depan, Pemerintah Kecamatan Tapa diharapkan dapat membuka ruang dialog yang lebih inklusif dengan seluruh elemen pemuda. Sementara itu, organisasi kepemudaan diharapkan mampu menyatukan visi dan mengedepankan sinergi demi menjaga stabilitas sosial serta mendorong kemajuan Kecamatan Tapa secara bersama-sama.
(Ridwan Rahmansya Kasim – Pemuda Kecamatan Tapa)








