Presurre News. com OHUWATO – Kebahagiaan dan rasa syukur menyelimuti keluarga Saipul Moha (49), warga Desa Ayula, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato. Setelah kurang lebih setahun menjalani kehidupan pascaamputasi, Saipul akhirnya mendapatkan bantuan kaki palsu melalui Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Perjalanan hidup Saipul tidaklah mudah. Sekitar 10 tahun lalu, ia mengalami musibah ketika kakinya terkena kayu yang terbakar. Luka yang dideritanya terus menimbulkan rasa sakit selama bertahun-tahun. Meski telah berupaya menjalani berbagai pengobatan, kondisinya tak kunjung membaik hingga akhirnya tim medis memutuskan melakukan amputasi demi menyelamatkan kesehatannya.
Sejak menjalani amputasi sekitar setahun lalu, aktivitas Saipul menjadi sangat terbatas. Namun, harapan baru kini datang menghampirinya. Bantuan kaki palsu yang diterimanya menjadi awal untuk kembali berdiri, berjalan, dan menjalani kehidupan dengan lebih mandiri.
Pada Senin (20/07/2026), Saipul menjadi salah satu dari lima penyandang disabilitas asal Kabupaten Pohuwato yang dilepas secara resmi oleh Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, untuk mengikuti proses pengukuran, pemasangan, hingga pelatihan penggunaan kaki palsu di Dinas Sosial Kabupaten Boalemo.
Prosesi pelepasan berlangsung di Kantor Bupati Pohuwato dan dihadiri Sekretaris Daerah Iskandar Datau, Asisten Administrasi Umum Achmad Djuuna, Plt. Kepala Dinas Sosial Amrin Umar, Sekretaris Dinas Sosial Risna R. Laisa, Kabid Rehabilitasi Sosial Yusni Arsyad, serta jajaran Dinas Sosial Kabupaten Pohuwato.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Iwan S. Adam menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial RI melalui Sentra Tumoutou Manado yang telah memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas di Kabupaten Pohuwato.
“Bantuan pemasangan kaki palsu ini merupakan wujud nyata kepedulian negara kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat besar bagi para penerima sehingga dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik,” ujar Iwan.
Ia menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk bergerak, berkarya, dan berpartisipasi dalam pembangunan. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pohuwato akan terus mendorong berbagai program yang meningkatkan aksesibilitas, kemandirian, dan kualitas hidup penyandang disabilitas.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pohuwato, Amrin Umar, menjelaskan bahwa bantuan kaki palsu tersebut merupakan bagian dari Program ATENSI Kementerian Sosial RI melalui Sentra Tumoutou Manado. Seluruh penerima manfaat akan didampingi oleh Dinas Sosial bersama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) selama proses pengukuran, pemasangan, hingga pelatihan penggunaan alat bantu.
Atas bantuan tersebut, keluarga besar Saipul Moha menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pohuwato, Kementerian Sosial RI, serta seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan harapan baru bagi Saipul.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Pohuwato dan Kementerian Sosial RI. Bantuan ini sangat berarti bagi Saipul dan keluarga kami. Semoga segala kebaikan yang diberikan mendapat balasan dari Allah SWT dan semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan perhatian seperti yang kami rasakan hari ini,” ungkap keluarga Saipul.
Bagi Saipul Moha, kaki palsu yang akan dikenakannya bukan sekadar alat bantu untuk berjalan. Lebih dari itu, kaki palsu tersebut menjadi simbol harapan, semangat baru, dan bukti bahwa kepedulian dapat mengubah kehidupan seseorang. Kini, langkah yang sempat terhenti perlahan akan kembali dimulai.
Pewarta : Yarman Mahabu








