Marisa Pressure news.Com.
Merespons langsung keluhan masyarakat terkait penumpukan material tambang yang menyebabkan sedimentasi di sungai-sungai kecil wilayah Desa Bulangita dan Desa Teratai, Camat Marisa, Mohamad Huntoyungo, SE, MM, turun langsung ke lokasi pada Selasa (1/7/2025) untuk memantau pengerukan yang dilakukan oleh para pelaku usaha tambang.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Marisa, Nasir Ibrahim, S.Ag, serta Kepala Desa Teratai, Simon Hasan, S.H., bersama aparat desa yang ikut menyaksikan langsung proses pengerjaan di lapangan.
Kegiatan pengerukan yang dijadwalkan berlangsung mulai 28 Juni hingga Sekarang ini merupakan bentuk tindak lanjut dari aspirasi warga yang menyuarakan kekhawatiran atas dampak sedimentasi terhadap aliran air, lahan pertanian, hingga potensi banjir saat musim hujan.
Dalam pelaksanaan di lapangan, pelaku usaha tambang menurunkan alat berat jenis ekskavator guna melakukan normalisasi aliran sungai secara menyeluruh dan efisien.
> “Kami datang langsung ke lokasi ini karena adanya keluhan masyarakat terkait penumpukan sedimentasi yang cukup mengganggu aliran sungai dan aktivitas pertanian. Syukurlah, para pelaku usaha menunjukkan itikad baik dengan melakukan pengerukan secara cepat dan terbuka,” ungkap Camat Mohamad Huntoyungo di sela-sela peninjauan.
Dirinya pun menambahkan bahwa sikap cepat tanggap dari pelaku usaha harus diapresiasi, serta perlu menjadi contoh untuk penanganan persoalan lingkungan secara kolaboratif.
> “Langkah ini penting untuk menjaga hubungan harmonis antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku usaha tambang,” tambahnya.
Masyarakat Desa Teratai dan Bulangita menyambut baik kehadiran Camat Marisa dan dimulainya pengerukan sedimentasi yang selama ini menjadi keluhan utama mereka.
Rikman Lasimpala, warga Desa Teratai, menyampaikan harapannya:
> “Kami sebelumnya sangat khawatir, karena air ketika hujan setiap hari mulai meluap ke kebun dan halaman rumah. Tapi sekarang, kami sangat mengapresiasi karena Camat turun langsung, dan pihak tambang juga tidak tinggal diam.”
Senada dengan itu, Sartin Mahabu, warga Desa Bulangita, mengungkapkan:
> “Kalau bisa ini jangan sekali saja. Harus rutin dipantau agar sungai tidak tertutup lagi dengan lumpur dan material tambang,” ujarnya penuh harap.
Komitmen dan Harapan Kedepan
Pemerintah Kecamatan Marisa berharap kegiatan ini menjadi awal dari komitmen berkelanjutan para pelaku usaha tambang untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menjawab setiap keluhan warga secara langsung dan bertanggung jawab.
Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara aktivitas tambang tersebut dan perlindungan lingkungan. Langkah konkret seperti ini juga menjadi sinyal positif bahwa pertambangan dapat dikelola secara bijak dan berorientasi pada keberlanjutan.
Pewarta : Yarman Mahabu.







