Beras Premium dari Luar Daerah Tembus Rp18 Ribu di Pasar Marisa, Kualitas Kalahkan Beras Lokal

POHUWATO PRESSURE NEWS. COM – Lonjakan harga beras premium di Pasar Tradisional Marisa, Kabupaten Pohuwato, kembali menjadi perhatian publik. Tim investigasi PRESSURENEWS.com menemukan bahwa beras asal luar daerah, khususnya dari Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat, kini dipasarkan dengan harga mencapai Rp18.000 per kilogram.

Beras-beras tersebut mencuri perhatian karena tampilannya yang seragam, putih bersih, dan minim patahan. Penjual menyebut bahwa mutu dan kualitas beras dari luar ini jauh lebih unggul, sehingga wajar jika harganya tinggi.

“Meski mahal, pembeli tetap mencari beras dari luar. Karena bersih, masaknya pulen, dan tidak banyak patah,” ujar salah satu pedagang di pasar kepada PRESSURENEWS.com, Jumat (19/7).

Sementara itu, beras lokal Pohuwato hanya dijual sekitar Rp13.000 per kilogram, namun terlihat kurang menarik secara visual. Warna yang tidak merata, banyaknya butiran patah, serta kesan kurang bersih menjadikan beras lokal kalah bersaing di pasar bebas.

Kualitas Lokal Tidak Diperhatikan

Situasi ini memicu pertanyaan dari masyarakat. Mengapa beras lokal tidak dimaksimalkan padahal Pohuwato dikenal sebagai daerah pertanian yang cukup produktif?

“Petani di sini juga panen. Tapi yang dikonsumsi justru beras dari luar. Pemerintah daerah ke mana?” ujar Rahma, salah satu warga Kecamatan Marisa.

Sejumlah warga berharap ada intervensi dari pemerintah daerah agar beras lokal bisa mendapat tempat di pasar utama. Mereka menilai bahwa dengan dukungan dari dinas terkait—baik dalam aspek pengolahan pascapanen, distribusi, maupun promosi—beras lokal sebenarnya bisa bersaing dan lebih terjangkau untuk masyarakat bawah.

Belum Ada Tanggapan Resmi

Hingga berita ini dipublikasikan, Dinas Perdagangan Pohuwato maupun pihak Bulog setempat belum memberikan tanggapan resmi terkait disparitas harga dan perbedaan kualitas ini.

Masyarakat kini menunggu langkah konkret pemerintah daerah dalam mengatasi disparitas mutu dan harga beras, serta dalam memperjuangkan posisi beras lokal agar tidak terus-menerus kalah di kandang sendiri.

Follow terus informasi terbaru seputar pangan dan kebijakan publik hanya di PRESSURENEWS.com – Memberikan Informasi Tanpa Intervensi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *