Pressure News. Com.Pohuwato – Atmosfer panas Bupati Cup Pohuwato 2025 tak hanya tersaji di dalam arena pertandingan, namun kini meluas hingga ke luar lapangan. Salah satu pelatih tim peserta, Royanto Sasindua dari Popayato Timur (POPTIM), melontarkan protes keras terhadap kepemimpinan wasit dalam laga timnya melawan Lemito.
Dalam pernyataannya kepada awak media, Royanto menyebut bahwa wasit yang memimpin pertandingan tersebut tidak layak lagi digunakan dalam turnamen sekelas Bupati Cup.
> “Kami sangat dirugikan! Pertandingan melawan Lemito menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan wasit benar-benar bermasalah. Banyak keputusan janggal yang tidak bisa kami terima,” tegas Royanto dengan nada kecewa.
Lebih jauh, Royanto juga menyentil kinerja panitia pelaksana. Ia menilai panitia gagal menghadirkan perangkat pertandingan yang profesional dan netral, padahal turnamen ini membawa nama besar seorang kepala daerah.
> “Sungguh memprihatinkan. Di saat tim-tim berjuang keras untuk memberikan yang terbaik, panitia justru tak mampu menghadirkan wasit yang netral dan profesional. Kenapa tidak menghadirkan wasit dari Asprov PSSI Provinsi Gorontalo? Apakah anggaran turnamen sebesar ini tidak mampu menyentuh aspek fundamental seperti kualitas wasit?” sorotnya.
Menurut Royanto, berbagai insiden dan keputusan kontroversial dalam pertandingan bukan hanya merugikan timnya, namun juga mencoreng semangat sportivitas yang seharusnya dijunjung tinggi dalam turnamen resmi.
Situasi semakin panas ketika sejumlah laga lain juga dilaporkan diwarnai kekacauan, bahkan nyaris memicu kericuhan antar pemain dan suporter. Dalam laga POPTIM vs Lemito sendiri, beberapa keputusan wasit dinilai sangat merugikan dan menurunkan kepercayaan terhadap netralitas pengadil di lapangan.
Royanto mendesak panitia untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap wasit-wasit yang digunakan dalam turnamen ini.
> “Kalau ini dibiarkan, jangan salahkan kalau tim-tim mulai kehilangan kepercayaan terhadap turnamen ini. Turnamen sebesar ini harusnya jadi contoh, bukan justru jadi bahan tertawaan,” pungkasnya.
Desakan agar panitia memperbaiki kualitas wasit dan tata kelola pertandingan kini mulai menggema dari berbagai pihak. Banyak yang berharap, Bupati Cup Pohuwato 2025 bisa benar-benar menjadi ajang yang profesional, adil, dan membanggakan, bukan justru menimbulkan kekecewaan dan kontroversi di tengah masyarakat.







