POHUWATO Pressure News. Com— Komitmen terhadap perlindungan lingkungan hidup terus digaungkan oleh para pelaku usaha tambang di Desa Bulangita dan Teratai, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato. Pada hari ini, mereka kembali melakukan kegiatan pengerukan sedimentasi di sejumlah titik sungai dan saluran air yang terdampak aktivitas tambang. 16/07/2025
Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong bersama Tim (YR), sebagai bagian dari program normalisasi sungai dan pemulihan fungsi hidrologis kawasan. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah sedimentasi berlebih yang dapat memicu banjir, erosi, dan penurunan kualitas lingkungan di sekitar area tambang.
> “Kami menyadari bahwa kegiatan tambang memiliki risiko terhadap lingkungan. Karena itu, upaya normalisasi ini kami lakukan secara rutin sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial,” ujar salah satu koordinator pelaku tambang setempat.
Proses pengerukan dilakukan menggunakan alat berat yang difokuskan pada titik-titik rawan pendangkalan akibat tumpukan lumpur dan material tambang. Sedimentasi yang menumpuk ini berpotensi menyumbat aliran air, terutama saat musim hujan tiba.
Pihak Tim YR yang terlibat langsung dalam kegiatan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha dan komunitas lokal dalam upaya pemulihan lingkungan berbasis masyarakat.
> “Kegiatan ini tidak hanya penting secara teknis, tetapi juga mencerminkan kepedulian ekologis dari komunitas pelaku tambang. Ini bagian dari tanggung jawab sosial ekologis yang patut diapresiasi dan ditiru,” ujar salah satu relawan YR.
Masyarakat Desa Bulangita dan Teratai menyambut baik kegiatan ini. Mereka berharap agar program normalisasi tidak hanya berlangsung secara insidental, tetapi bisa menjadi agenda rutin dan terintegrasi dalam pengelolaan tambang yang berkelanjutan.
—








