POHUWATO PRESSURE NEWS.COM– Semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat penambang rakyat kembali menunjukkan kontribusi nyata bagi kehidupan keagamaan di Kabupaten Pohuwato. Hal ini terlihat dalam peresmian Masjid Baitussalam yang dirangkaikan dengan kegiatan Taushiyah, Dzikir, dan Doa, Rabu (28/01/2026), di Desa Botubilotahu, Kecamatan Marisa.
Masjid yang kini berdiri tersebut merupakan hasil inisiatif serta partisipasi aktif masyarakat penambang rakyat Pohuwato, yang secara sukarela menyisihkan tenaga, waktu, dan rezeki mereka demi membangun rumah ibadah sebagai pusat kegiatan umat.
Salah seorang penambang yang juga terlibat langsung dalam pembangunan masjid, mengungkapkan bahwa masjid ini dibangun murni karena dorongan kebersamaan masyarakat.
“Ini bukan proyek siapa-siapa, ini murni dari hati masyarakat penambang. Kami kumpul-kumpul, sepakat, lalu gotong royong bangun masjid supaya ada tempat ibadah yang layak untuk warga,” ujarnya.
Kegiatan peresmian tersebut mengusung tema “Pusat Kekuatan Islam Ada di Masjid”, sebagai pengingat bahwa masjid bukan hanya tempat sholat, tetapi juga pusat pembinaan umat, persatuan masyarakat, serta pendidikan moral dan spiritual.
Peresmian turut dihadiri, Camat Marisa Usman Bay, S.H, Kepala Desa Botubilotahu One Mbuinga,jajaran pengurus Himpunan Pemuda Masjid (HPM) Kabupaten Pohuwato, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah setempat.
Taushiyah disampaikan oleh Ketua HPM Kabupaten Pohuwato, Ustadz Kasim Badu, S.Pd.I, yang menekankan pentingnya memakmurkan masjid sebagai pusat kehidupan umat Islam, terutama bagi generasi muda.
Namun bagi masyarakat penambang, masjid ini memiliki makna lebih dalam: simbol persatuan dan harapan baru.
Penambang lainnya, mengatakan pembangunan Masjid Baitussalam menjadi bukti bahwa penambang rakyat juga mampu memberi kontribusi positif bagi daerah.
“Kadang orang hanya lihat penambang dari sisi pekerjaan saja. Tapi kami juga ingin berbuat untuk agama dan masyarakat. Masjid ini bukti bahwa penambang juga punya kepedulian,”
Masjid Baitussalam diharapkan menjadi pusat kegiatan keislaman yang aktif dan berkelanjutan, tidak hanya untuk sholat berjamaah, tetapi juga untuk pengajian, pendidikan Islam, serta kegiatan sosial masyarakat.
Warga memastikan bahwa masjid ini akan segera digunakan secara rutin, termasuk pelaksanaan Sholat Dzuhur berjamaah dan Sholat Jumat perdana pada pekan depan.
Dengan berdirinya Masjid Baitussalam, masyarakat Botubilotahu menegaskan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membangun kehidupan beragama yang lebih baik di Pohuwato.








