IKN – Karya budaya Gorontalo kembali bergerak maju. Upiyah Ilamango, kopiyah anyaman khas Gorontalo, kini bukan saja menjadi simbol daerah tapi juga produk budaya yang pernah dikenang oleh Presiden Jokowi pada saat peresmian Bandara Panua di Randangan, Kabupaten Pohuwato, 22 April 2024 lalu.
Kini, karya tersebut dihadirkan lagi di Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk dipakai langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
CEO Oliniyaa/Upiyah Ilamango, Samsul H. Rahim, duduk bersahaja di kursi kecil di depan Istana Presiden IKN. Dengan penuh ketelitian, ia memperagakan tangan-tangentannya menganyam bahan alam menjadi Upiyah Ilamango, sebuah mahkota budaya yang sarat dengan identitas dan warisan Gorontalo.
Di sampingnya terpasang spanduk besar bertuliskan “Upiyah Ilamango – Rajanya Kopiah Gorontalo”, dengan klaim unggulan seperti 100% bahan alam, motif khas yang variatif, dan edisi terbatas tipe presiden.
“Upiyah Ilamango bukan sekadar kopiah. Ini adalah jati diri, karya seni, dan kebanggaan Gorontalo yang harus kita jaga serta promosikan hingga tingkat nasional bahkan internasional,” ucap Samsul H. Rahim penuh keyakinan setelah memperagakan karyanya.
Istilah yang Harus Dilirik: Bukan Karanji
Selama ini, banyak pihak keliru menyebut Upiyah Ilamango sebagai “Upiyah Karanji”. Namun di dalam bahasa Gorontalo, karanji berarti wadah seperti keranjang (karanji kain, karanji ikan, karanji sampah) — suatu sebutan yang tidak layak dilekatkan pada mahkota kepala yang mengandung martabat.
Menurut tokoh adat seperti Ba’ate Lo Hulondhalo, Lo’o-Lo’opu To Pohuwato dan Asmad N. Tuna, istilah “Upiyah Ilamango” adalah nama asli yang harus terus dijaga.
“Seharusnya kita mengembalikan nama yang sejak dulu, nama sebenarnya adalah Upiyah Ilamango. Karena di situlah nilai budaya dan marwahnya,” tegas Asmad N. Tuna.
Peresmian Bandara Panua oleh Presiden Jokowi menjadi salah satu momen di mana produk budaya Gorontalo seperti Upiyah Ilamango mulai mendapatkan sorotan resmi.
Kini, dengan akan dikenakannya kopiyah ini oleh Presiden Prabowo Subianto di IKN, Upiyah Ilamango semakin menegaskan posisinya sebagai mahkota budaya — bukan lagi sekadar aksesoris, melainkan simbol kebanggaan dan identitas masyarakat Gorontalo yang tampil di panggung nasional.
Upiyah Ilamango bukan hanya warisan leluhur; ia adalah persembahan Gorontalo kepada Indonesia.








